News

Dua Kapal Tanker Kembali Terbakar di Selat Hormuz

IRGC menyatakan dua kapal tanker minyak terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau saat mencoba melintasi jalur yang tidak diizinkan.
Pemandangan lalu lintas di Selat Hormuz (Foto: WANA via Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker minyak terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau saat mencoba melintasi jalur yang tidak diizinkan. Insiden ini dilaporkan terjadi hanya sehari setelah media pemerintah Iran mengklaim lima kapal tanker lain serta sebuah kapal tunda (tugboat) mengalami nasib serupa di perairan yang sama.

Dalam pernyataan resminya melalui siaran televisi negara, IRGC mengungkapkan bahwa satu kapal tanker berada di sebelah timur Selat Hormuz, sedangkan satu kapal lainnya berada di kawasan dalam selat. Militer Iran menuding kedua kapal tersebut mematikan seluruh sistem navigasi serta identifikasi saat berupaya keluar dari Selat Hormuz.

"Dua kapal tanker yang melanggar satu di timur Selat Hormuz dan yang lainnya di dalam Selat itu sendiri mencoba melintas melalui rute yang tidak diizinkan dan menabrak ranjau. Kedua kapal tersebut telah mematikan seluruh sistem navigasi dan identifikasi mereka serta mencoba keluar dari Selat Hormuz dengan dukungan militer agresor dan teroris Amerika Serikat, namun setelah bertabrakan dengan ranjau, mereka terbakar dan terhenti," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.

Kendati media Iran melaporkan insiden beruntun tersebut, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi maupun verifikasi independen dari pejabat maritim internasional terkait peristiwa terbakarnya kapal-kapal tersebut.

Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada 28 Februari, pihak Teheran terus berupaya membatasi arus lalu lintas pelayaran di perairan Selat Hormuz, yang secara normal mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak global.

Sebagai bentuk tanggapan, Amerika Serikat menerapkan langkah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengerahkan pengawalan militer bagi kapal-kapal tanker yang melintasi jalur tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) bulan lalu menyatakan telah membantu negara-negara Teluk mengekspor hingga 1,5 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz sejak musim panas, serta menegaskan bahwa seluruh ranjau di perairan tersebut sebenarnya telah dibersihkan.