Jakarta, Jurnas.com - Iran menolak respons Amerika Serikat (AS) terhadap tuntutan Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Pemerintah Iran menilai jawaban Washington belum meyakinkan dan menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut hanya akan dibuka setelah AS memenuhi tujuh syarat yang diajukan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan sikap tersebut melalui platform media sosial X pada Selasa. Dia meminta pemerintah AS memberikan jawaban secara penuh dan tegas terhadap seluruh tuntutan Iran.
“Respons AS terhadap hak dan tuntutan Iran tidak meyakinkan,” kata Rezaei.
“AS harus menanggapi secara penuh dan eksplisit tujuh syarat Iran serta memenuhinya. Hanya setelah itu Selat Hormuz akan dibuka kembali,” ujarnya.
Tujuh tuntutan Iran dilaporkan mencakup penghentian konflik di seluruh kawasan Timur Tengah, pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta pencabutan sanksi terhadap sektor minyak negara tersebut.
Teheran juga meminta AS mengakhiri blokade laut, membayar ganti rugi perang, menarik pasukan militernya, serta menghentikan ancaman dan campur tangan terhadap Iran.
Pernyataan Rezaei muncul ketika upaya mediasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung dengan Qatar sebagai perantara. Perundingan tersebut menjadi salah satu jalur diplomatik untuk membahas tuntutan kedua negara.
Di tengah proses itu, surat kabar Qatar, Al-Araby Al-Jadeed, melaporkan pada Selasa bahwa Washington telah menyetujui rancangan nota kesepahaman yang disampaikan delegasi Qatar kepada Iran pada Senin. (*)
sumber: Anadolu





