Jakarta, Jurnas.com - Korea Selatan berencana memperluas wilayah operasi unit anti-pembajakan Cheonghae agar menjangkau kawasan yang lebih dekat dengan Selat Hormuz. Langkah tersebut disertai rencana penambahan personel dan aset militer untuk memperkuat kemampuan operasi di kawasan strategis Timur Tengah itu.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan memutuskan memperluas area operasi unit tersebut pada Kamis, menurut laporan lembaga penyiaran publik KBS. Perluasan itu akan mencakup wilayah di ujung selatan Pelabuhan Duqm, Oman, yang berjarak sekitar 650 kilometer dari Selat Hormuz.
Jumlah personel Cheonghae juga akan ditambah 75 orang, sehingga total kekuatannya meningkat dari 320 menjadi 395 personel, sebagaimana dilaporkan Yonhap News Agency.
Meski demikian, rencana tersebut masih harus melalui tahapan persetujuan pemerintah. Kementerian Pertahanan menyatakan akan mengupayakan peninjauan oleh kabinet dan persetujuan presiden sebelum mengajukan usulan terkait kepada Majelis Nasional.
Selain menambah personel, Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga merencanakan pengiriman sejumlah aset militer untuk memperkuat unit Cheonghae.
Menurut laporan KBS, tambahan peralatan yang disiapkan mencakup pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, berbagai perangkat nirawak untuk penanggulangan ranjau laut, serta tim penjinak bahan peledak.
Penambahan tersebut menjadi bagian dari rencana perluasan kemampuan operasional unit Cheonghae di kawasan sekitar Semenanjung Arab. Area baru yang diusulkan berada di sekitar Pelabuhan Duqm, bukan tepat di Selat Hormuz.
Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah Korea Selatan telah mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pasukan ke kawasan Selat Hormuz. Namun, Presiden Lee Jae Myung sebelumnya menegaskan tidak akan mengirim pasukan tempur dengan cara yang berisiko menyeret negaranya ke dalam konflik di luar negeri.
Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu titik utama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Teheran pada Februari.
Di tengah situasi tersebut, perluasan wilayah operasi Cheonghae menjadi langkah Seoul untuk memperkuat jangkauan kehadiran militernya di kawasan, tanpa mengumumkan pengerahan pasukan tempur langsung ke Selat Hormuz.
Unit anti-pembajakan Cheonghae telah bertugas sejak 2009. Mandat operasinya memerlukan persetujuan parlemen setiap tahun.
Selama ini, unit tersebut terutama ditempatkan di Teluk Aden, lepas pantai Somalia, serta sejumlah zona kontingensi yang ditetapkan untuk melindungi warga negara Korea Selatan.
Melalui revisi wilayah operasi yang sedang disiapkan, jangkauan tugas unit Cheonghae akan diperluas hingga kawasan selatan Pelabuhan Duqm di Oman. Rencana itu masih menunggu proses peninjauan kabinet, persetujuan presiden, dan pengajuan kepada Majelis Nasional.





