Manchester, Jurnas.com - Penjaga gawang Gianluigi Donnarumma tengah menjadi sorotan tajam di Manchester City, menyusul penurunan performa dan rentetan kesalahan fatal di bawah mistar gawang.
Pengamat sepak bola menilai rapuhnya lini pertahanan serta kinerja kiper tim nasional Italia tersebut menjadi ancaman serius bagi kelangsungan era dominasi klub berjuluk The Citizens di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kendati berhasil memetik kemenangan tipis 3-2 atas RB Leipzig di Liga Champions, penampilan Donnarumma kembali memicu kekhawatiran besar di kalangan pakar sepak bola.
Kesalahan fatal Donnarumma terlihat jelas saat ia gagal mengantisipasi gol pertama Leipzig yang dicetak oleh bek kanan Ridle Baku. Kiper asal Italia tersebut berdiri jauh meninggalkan garis gawang karena mengira lawan akan mengirimkan umpan silang, sehingga bola tendangan Baku meluncur mulus ke tiang jauh.
Pengamat sepak bola talkSPORT, Adrian Durham, bahkan secara terbuka menjuluki Donnarumma sebagai 'Poundland James Trafford', sebuah sindiran yang membandingkan kiper bernilai mahal itu dengan mantan kiper muda City, James Trafford, yang dilepas ke Leeds.
"Posisi sudutnya salah saat mengantisipasi salah satu gol Leipzig, bola ditembakkan dan dia mengira itu adalah umpan silang," ujar Durham.
"Namun di level ini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Anda tidak bisa begitu saja menganggapnya sebagai umpan silang. Dan jika tembakan itu menembus tiang dekat Anda, Anda terlihat konyol," dia menambahkan.
Mantan pemain sayap Arsenal, Perry Groves, turut mendukung pandangan tersebut dengan menyatakan bahwa Donnarumma tidak lagi menunjukkan kapasitas sebagai kiper papan atas seperti sebelumnya.
Rapuhnya Pertahanan dan Ancaman Berakhirnya Era Dominasi
Selain permasalahan di sektor penjaga gawang, lini belakang skuad asuhan Enzo Maresca juga dinilai kehilangan keseimbangan. Kekalahan dari Brighton dan Aston Villa di Liga Premier, serta kemenangan beruntun yang didapatkan secara bersusah payah, menunjukkan bahwa dominasi taktis yang dahulu dibangun Pep Guardiola kini mulai memudar.
Groves juga secara gamblang menyebutkan bahwa era kejayaan Manchester City mungkin sedang menuju pengujung masa keemasannya karena tim-tim lawan tak lagi merasa gentar. City tercatat hanya mampu membukukan satu kali clean sheet dalam sembilan pertandingan terakhir mereka.
"Anda bisa melihat bahwa tim-tim yang bertanding melawan Man City mulai merasa selalu memiliki peluang, karena Man City saat ini tidak lagi membunuh permainan lawan," ujar Groves.





