Olahraga

Lens vs Como, Fabregas Waspadai Atmoster Stade Bollaert-Delelis

Fabregas pemainnya mewaspadai atmosfer Stade Bollaert-Delelis jelang laga Liga Champions antara Lens vs Como.
Pelatih Como, Cesc Fabregas (Foto: beIN Sports)

Lens, Jurnas.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, meminta para pemainnya mewaspadai atmosfer Stadion Stade Bollaert-Delelis, menjelang laga tandang Liga Champions menghadapi wakil Prancis, Lens, pada Kamis (5/11) dini hari.

Juru taktik asal Spanyol tersebut paham betul situasi lapangan tersebut karena pernah tampil dua hingga tiga kali di sana semasa masih aktif menjadi pemain Monaco. Pertandingan ini menjadi laga keempat Como di panggung tertinggi Eropa setelah meraih dua kemenangan, termasuk kemenangan impresif 4-1 atas Manchester United, dan satu kekalahan.

Menghadapi atmosfer panas di kandang lawan, mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu justru meminta timnya menikmati momentum berharga tersebut demi menimba pengalaman.

Menurutnya, antusiasme tinggi suporter tuan rumah sudah terasa sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Pihaknya berharap para pemain dapat menjadikan tekanan tersebut sebagai dorongan motivasi tambahan untuk memperlihatkan penampilan terbaik di lapangan.

"Atmosfernya sangat riuh; saya pernah bermain di sini dua atau tiga kali saat membela Monaco. Tim bermain dengan baik dan penuh energi. Ini adalah pertandingan keempat Liga Champions dalam sejarah kami, dan kami terus berkembang serta mendapatkan pengalaman berharga," kata pelatih 39 tahun itu dikutip dari beIN Sports pada Rabu (4/11).

"Saya menyukai malam-malam seperti ini, karena Anda dapat merasakan gairahnya bahkan sejak pemanasan. Ini akan menjadi pengalaman menarik dan luar biasa bagi para pemain kami. Kami menginginkan malam-malam seperti ini, jadi jika Anda tidak termotivasi untuk memainkannya, maka Anda berada di pekerjaan yang salah," dia menambahkan.

Selain faktor pendukung tuan rumah, Fabregas secara khusus menyoroti ancaman dari penyerang sayap berpengalaman Lens, Florian Thauvin. Pemain asal Prancis yang baru bergabung dengan Lens pada Agustus 2025 tersebut dinilai memiliki kualitas individu yang dapat merepotkan pertahanan lawan.

"Dia membuat perbedaan, memiliki kualitas besar, mencetak banyak gol, jadi dia adalah titik acuan bagi tim ini, dan kami harus mengawasinya dengan ketat," ujar Fabregas.

Catatan Statistik Kedua Tim di Kompetisi Eropa

Menjelang laga ini, kedua tim membawa rekor statistik yang cukup kontras di Liga Champions. Tim tuan rumah Lens mencatatkan rekor kurang menguntungkan setelah gagal mencatatkan clean sheet dalam 16 pertandingan terakhir mereka di kompetisi tersebut, sejak kemenangan 1-0 atas Arsenal di Stadion Wembley pada November 1998.

Catatan ini menjadi salah satu rekor tanpa kebobolan terpanjang bagi klub Prancis di panggung tertinggi Eropa setelah Monaco dan Marseille.

Di sisi lain, tim tamu Como justru tampil sangat produktif dengan membukukan 10 gol dalam tiga pertandingan pertama mereka di fase liga. Catatan tersebut merupakan rekor gol terbanyak yang diraih klub Italia dalam tiga laga awal sejarah kompetisi Eropa sejak 1955, sekaligus menjadi yang terbanyak bagi tim mana pun sejak Club Brugge mengemas 12 gol pada 1973.