Jakarta, Jurnas.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan membiarkan konflik dengan Iran berubah menjadi perang berkepanjangan tanpa akhir. Ia menyatakan Trump akan memastikan seluruh tujuan Amerika tercapai sebelum pemerintahannya mengalihkan perhatian ke agenda lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis. Ia berupaya meyakinkan publik bahwa keterlibatan militer AS dalam konflik Iran tidak akan berujung pada perang tanpa batas waktu.
“Masih banyak hal yang perlu kami kerjakan. Namun, satu hal yang bisa saya sampaikan adalah, jika Anda khawatir akan terjadinya perang berkepanjangan lainnya, Donald Trump tidak akan pernah membiarkan perang ini berlangsung selamanya,” kata Vance.
Ia juga menyinggung perbedaan antara mengkritik keterlibatan militer Amerika dalam konflik luar negeri yang dinilai keliru dan menganggap bahwa militer AS sama sekali tidak boleh digunakan.
Menurut Vance, kritik terhadap operasi militer di luar negeri tidak berarti Amerika harus menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militernya untuk mencapai tujuan tertentu.
“Dia akan mencapai tujuan-tujuan Amerika, kemudian kami akan berfokus pada berbagai hal lain yang sedang kami kerjakan,” ujarnya.
Pernyataan Vance muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran setelah konflik pecah pada 28 Februari. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan yang menyasar Israel serta posisi-posisi militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab.
Upaya diplomatik sempat dilakukan untuk meredakan konflik. Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan kerangka pada Juni, kemudian memulai perundingan untuk membahas sejumlah persoalan di antara kedua negara.
Namun, pembicaraan tersebut akhirnya kandas akibat perbedaan pandangan mengenai kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman energi dan berbagai komoditas dunia. Karena itu, perselisihan mengenai keamanan navigasi di kawasan tersebut menjadi salah satu persoalan penting dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Di tengah kegagalan perundingan dan berlanjutnya ketegangan, pernyataan Vance memperlihatkan sikap pemerintahan Trump yang ingin menegaskan bahwa operasi militernya memiliki sasaran tertentu dan tidak dimaksudkan menjadi perang berkepanjangan. (*)
Sumber: Anadolu





