News

AS Sarankan Kapal Hindari Berlayar di Selat Hormuz, Kenapa?

Amerika Serikat mengimbau kapal-kapal untuk menghindari pelayaran yang tidak mendesak melalui Teluk Oman dan Selat Hormuz guna menghindari keterlambatan
Kapal di Selat Hormuz, Iran (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat mengimbau kapal-kapal untuk menghindari pelayaran yang tidak mendesak melalui Teluk Oman dan Selat Hormuz guna menghindari keterlambatan.

Imbauan itu disampaikan melalui pernyataan Komando Pusat Angkatan Laut AS yang diterbitkan oleh Pusat Informasi Maritim Gabungan, Rabu.

"Mengingat situasi geopolitik saat ini, kapal-kapal yang tidak perlu melintasi wilayah tersebut diimbau untuk tetap berada pada jarak yang cukup jauh guna menghindari keterlambatan yang tidak perlu dalam pelayaran mereka," menurut pernyataan tersebut.

Pihak komando mengimbau awak kapal untuk bersiap mengubah haluan atau menghentikan pelayaran jika diperintahkan pasukan AS, dan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pemeriksaan sewaktu-waktu.

"Kapal-kapal netral yang membawa muatan atau dalam kondisi kosong yang berlayar di antara pelabuhan-pelabuhan netral di Teluk Oman dan Selat Hormuz bisa menjalani interogasi, pemeriksaan, dan penggeledahan untuk memastikan apakah tujuan mereka terkait dengan blokade yang berlangsung," katanya.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teharan, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan, namun tak lama kemudian, kedua belah pihak kembali saling serangan. Hingga saat ini, konflik AS-Iran belum terselesaikan.

Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Situasi tersebut juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan yang kemudian mendorong kenaikan harga.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti