News

Isu Jeffrey Epstein Ganggu Pidato Trump

Rapat umum Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ohio diwarnai interupsi dari dua demonstran yang menyinggung hubungannya dengan Jeffrey Epstein
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Rapat umum Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ohio diwarnai interupsi dari dua demonstran yang menyinggung hubungannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang meninggal di penjara pada 2019.

Insiden pertama terjadi beberapa menit setelah Trump memulai pidatonya pada Rabu. Seorang demonstran berteriak, “Trump went on the Jeffrey Epstein plane!” atau “Trump pernah naik pesawat Jeffrey Epstein!”

Teriakan tersebut disambut sorakan penolakan dari massa yang menghadiri acara. Trump kemudian menanggapi interupsi itu dengan mengungkit keputusannya mengusir Epstein dari klub miliknya, Mar-a-Lago, di Florida, lebih dari dua dekade lalu.

“Saya mengusir Jeffrey Epstein dari sebuah klub 25 tahun lalu karena saya pikir dia orang aneh. Itu hal hebat yang saya lakukan,” kata Trump.

Trump juga membantah bahwa Epstein pernah ikut bersamanya. Ia justru mengaitkan mendiang pengusaha keuangan tersebut dengan Partai Demokrat.

“Dia tidak pernah ikut bersama saya. Tahu siapa yang ikut bersamanya? Semua teman dari Partai Demokrat. Dia seorang Demokrat,” ujar Trump.

Trump selanjutnya mengklaim bahwa dirinya telah sepenuhnya dibebaskan dari tuduhan terkait Epstein. Ia juga menyebut para demonstran yang menginterupsi pidatonya sebagai “demonstran bayaran” dan “pecundang”.

Interupsi dalam rapat umum tersebut terjadi ketika desakan publik untuk membuka dokumen terkait kasus Epstein masih berlanjut. Epstein ditangkap pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks federal dan meninggal di sebuah penjara di New York pada tahun yang sama saat menunggu persidangan. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.

Dokumen kasus yang telah dirilis menyebut sejumlah tokoh terkenal, termasuk Trump, mantan Presiden AS Bill Clinton, Bill Gates, dan mantan Pangeran Andrew. Namun, nama seseorang yang tercantum dalam dokumen tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana.

Insiden di Ohio kembali menempatkan isu dokumen Epstein dalam sorotan publik, di tengah tuntutan agar catatan terkait kasus tersebut dibuka lebih luas. (*)

Sumber: Anadolu