Jakarta, Jurnas.com - Kegiatan peluncuran Bulan Guru Nasional di SMP Negeri 216 Jakarta diwarnai momen haru, ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, bertemu dengan dua guru sekolahnya saat masih mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus, Jawa Tengah.
Usai menyapa sejumlah sekolah yang mengikuti peluncuran tersebut melalui video telekonferensi, Mendikdasmen tiba-tiba dikagetkan dengan kemunculan dua guru madrasahnya, Lili dan Firdaus, di platform video.
"Apa kabar, Mas Mu'ti? Sehat? Masih ingat saya?" sapa Firdaus.
"Alhamdulillah sehat. Ini pak guru saya. Istri-nya guru saya," jawab Mendikdasmen.
Dalam video siaran langsung singkat tersebut, Lili juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Mu'ti menjadi Mendikdasmen di era pemerintahan Prabowo Subianto.
"Semangat Mas Mu'ti, semoga amanah," ujar Lili.
Kejutan tak berhenti sampai di situ. Beberapa menit kemudian, Lili dan Firdaus muncul di SMP Negeri 216. Kehadiran dua gurunya ini menjadi momen emosional Mendikdasmen, hingga menteri dari PP Muhammadiyah itu menitikkan air mata.
Dalam sambutannya, Menteri Mu'ti mengenang perjalanan studinya di MAN 1 Kudus yang dulunya bernama Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial. Lili merupakan guru matematika, sementara Firdaus adalah guru olahraga.
"Beliau berdua ini suami istri. Kalau enggak salah, dulu cinlok (cinta lokasi) ketika mengajar di sekolah kami. Mohon maaf ya pak guru, bu guru, agak buka sedikit rahasia," kelakar Mendikdasmen.
Melalui sosok kedua guru ini, Mendikdasmen kembali menekankan bahwa guru pada dasarnya tidak hanya sebagai figur pendidik secara akademis, melainkan juga sosok yang menginpirasi dan memotivasi untuk bekal peserta didik kelak.
"Saya bisa menjadi menteri karena ada bapak dan ibu guru. Dan itu semua menurut saya adalah sumbangan yang tidak ternilai bagi para guru untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Menteri Mu'ti.
Meskipun pemerintah belum mampu memberikan banyak hal bagi guru, lanjut Mendikdasmen, namun pihaknya berkomitmen untuk kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru.
"Banyak pelatihan sudah kita berikan, karena guru tentu saja selain dia menjadi seorang yang mentransformasikan ilmu, guru adalah juga seorang pembelajar sepanjang hayat," Mendikdasmen menambahkan.





