News

Mendikdasmen: Saya Jadi Menteri karena Guru, Jasanya Tak Ternilai

Bagikan:FacebookX
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan peran guru tidak hanya sekadar sebagai sosok pendidik, melainkan teladan yang menginspirasi bagi para peserta didik.
Mendikdasmen Abdul Mu`ti (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan peran guru tidak hanya sekadar sebagai sosok pendidik, melainkan teladan yang menginspirasi bagi para peserta didik.

Peran ini diakui oleh Menteri Mu'ti karena jabatan Mendikdasmen yang kini dia emban tidak lepas dari peran guru. Demikian disampaikan dalam kegiatan peluncuran Bulan Guru Nasional, di SMP Negeri 216 Jakarta, pada Jumat (30/10).

"Saya bisa menjadi menteri karena ada bapak dan ibu guru. Dan itu semua menurut saya adalah sumbangan yang tidak ternilai bagi para guru untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Menteri Mu'ti.

Menurut Mendikdasmen, peran guru yang tak cuma menciptakan pembelajaran akademis, namun juga melahirkan inspirasi dan motivasi, dapat menjadi bekal murid di masa depan.

"Menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik, dan menginspirasi mereka bahwa mereka bisa menjadi anak-anak hebat apa pun keadaan dan capaian mereka ketika masih di bangku sekolah," ujar Mendikdasmen.

Menjelang November sebagai Bulan Guru Nasional, Mendikdasmen menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Salah satunya melalui pengangkatan honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain itu, mulai Januari 2027 mendatang, pemerintah mulai melakukan pengangkatan secara bertahap PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu. Dengan status tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru.

"Kami juga akan mengangkat guru-guru PNS untuk memenuhi kekurangan guru, terutama di daerah-daerah 3T. Sehingga selain itu juga meningkatkan kesejahteraan para guru dengan status yang jelas sebagai PNS, juga mudah-mudahan dapat menjadi bagian dari usaha kita bersama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang selama ini memang masih kekurangan guru yang profesional," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, Bulan Guru Nasional yang diperingati setiap November merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru dan tenaga kependidikan dalam mendidik generasi bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap tumbuh kebanggaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

"Kami berharap guru terus belajar, berbagi, dan saling menginspirasi sehingga pendidikan yang bermutu dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia," ujar Nunuk.