https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Penyebab Banjir Garut Tewaskan 26 Orang

Subhan Kuncoro | Jum'at, 23/09/2016 05:30 WIB



Bandung - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat diperkirakan disebabkan terjadinya kerusakan kawasan aliran Sungai Cimanuk mulai dari hulu. Faktor lainnya adalah kerusakan hutan, alihfungsi lahan hutan lindung yang menjadi kebun dan tempat wisata yang tidak perhatikan lingkungan.

"Kalau melihat peta satelit 2015 itu di kawasan Sungai Cimanuk dari mulai hulunya rusak," kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Anang Sudarna di lokasi banjir Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Tempat wisata yang ada, katanya,  pembangunannya  yang tidak memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan. "Akibatnya kita lihat fakta tentang kejadian ini, berkontribusi negatif sehingga tidak ada tahanan air di gunung sana," katanya.

Baca juga :
3 Ribu Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Teken Bantuan Perbaikan

Menurut dia, berbeda dengan kondisi saat ini di Garut, aliran air dari hulu ke titik banjir kawasan perkotaan Garut sangat cepat, kemudian meluap dan terjadi banjir.

"Kalau di sana resapan airnya benar itu akan lambat di hutan lindungnya, di Garut tidak ada resapan, sangat minimal sehingga mempercepat aliran air," katanya diberitakan Ant.

Baca juga :
16.156 Rumah Terendam Banjir Bandang di Musi Rawas Utara

Jika ingin tidak terulang kembali banjir bandang di Garut, seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan mulai dari hulu Sungai Cimanuk sampai hilir. "Kondisi Sungai Cimanuk merupakan sungai yang Koefisien Regim Sungai (KRS)-nya paling buruk di tingkat Pulau Jawa, bahkan se-Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan penilaian KRS itu yakni perbandingan debit air tertinggi dan terendah dalam satu periode seperti pada musim hujan debitnya tertinggi dan musim kemarau terendah. "Ini menunjukkan kondisinya sudah sangat tak normal," katanya.

Baca juga :
Kuala Lumpur dan Petaling Jaya Terendam usai Hujan Lebat

Data dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung menyampaikan,  bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebabkan korban jiwa mencapai 26 orang, dan 23 orang dilaporkan hilang.

"Melaporkan hasil operasi SAR di Garut sampai dengan TW 0922 18.00 dengan hasil 26 orang meninggal, 23 orang hilang," kata Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua melalui siaran pers, Kamis malam.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Banjir Banjir Garut Polres Garut

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777