https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

HNW: Pemimpin Harus Melalui Kaderisasi

Herwin Wijaya | Rabu, 23/10/2019 16:15 WIB



HNW dalam kesempatan tersebut merasa bangga sebab himpunan anak muda dari berbagai latar dan daerah itu cinta Al Quran HNW saat menerima 12 Santri Kubik Tahfizh Leadership, di Ruang Rapat Pimpinan, Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 23 Oktober 2019.

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut globalisasi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. “Dalam globalisasi, dunia seolah menjadi tanpa batas”, ujarnya. Hal demikian disampaikan HNW saat menerima 12 Santri Kubik Tahfizh Leadership, di Ruang Rapat Pimpinan, Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 23 Oktober 2019. “Kita harus menguasai bahasa-bahasa internasional”, tambahnya.

HNW dalam kesempatan tersebut merasa bangga sebab himpunan anak muda dari berbagai latar dan daerah itu cinta Al Quran dan menjadikan kita suci ummat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan dan leadership, kepemimpinan.

Tahfizh Leadership dikatakan oleh salah satu santrinya, Achmad Jamalulael, tidak sekadar wadah untuk menghafal Al Quran namun juga sarana bagi mereka untuk melatih kepemimpinan. Mereka di sana dididik selama 8 bulan. “Selepas dikader di sini, kita harapkan anggota bisa membuka cabang di daerah masing-masing”, tuturnya.

Baca juga :
Majelis Etik Ombudsman Terima 12 Laporan Dugaan Pelanggaran Hery Susanto

Menanggapi masalah kepemimpinan, HNW mengatakan kepemimpinan atau pemimpin itu tidak bisa datang atau terbentuk secara tiba-tiba. Menurutnya, pemimpin harus melalui proses, kaderisasi. Proses yang ada dimulai sejak anak-anak, sekolah, organisasi, dan kursus-kursus seperti Tahfizh Leadership. “Untuk itu maksimalkan dalam organisasi kalian”, sarannya.

Lebih lanjut dikatakan, manusia tak bisa hidup sendiri. Untuk itu diharapkan mereka menjalin silaturahmi, pertautan, dengan berbagai pihak termasuk dalam dunia internasional. Bergaul dengan beragam orang yang latarnya berbeda akan menjadi bagus bila dibiasakan. Dengan pergaulan dalam keberagaman menurut HNW kita akan mengetahui karakter masing-masing orang. Sehingga dari sinilah kita yang akan menjadi pemimpin bisa memahami orang yang dipimpin.

Baca juga :
Final Wilayah Barat NBA, Spurs Paksa Thunder Jalani Gim Tujuh

Ditegaskan, dalam Al Quran juga diajarkan mengenai kepemimpinan. HNW mengandaikan bila pemimpin diibaratkan sebagai imam, imam harus tahu kondisi makmumnya sehingga ia tidak bermena-mena. “Imam yang baik pun juga harus siap menjadi makmum”, paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu juga mencontohkan para ulama pendiri bangsa. Dengan menjadikan Al Quran sebagai pedoman, para ulama berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. “Para ulama ikut memerdekakan Indonesia, mereka berasal dari beragam ormas Islam”, ujarnya.

Baca juga :
KPK Ungkap Masih Ada Pungli hingga Titipan Calon Siswa pada SPMB

Ditambahkan, pemimpin harus berani tampil ke depan. “Biasalah memimpin sehingga bisa menjadi teladan”, paparnya. Ditegaskan pula, pemimpin harus bisa mempersiapkan pertanggungjawaban sehingga dalam melakukan kinerja melakukan terbaik.  

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777