https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kontekstualisasi Wawasan Kebangsaan di Kalangan Generasi Muda

Herwin Wijaya | Senin, 02/09/2019 15:05 WIB



Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menekankan pentingnya kontekstualisasi wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Di hadapan hampir 5000 (lima ribu) mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menekankan pentingnya kontekstualisasi wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

Malang, Jurnas.com -- Di hadapan hampir 5000 (lima ribu) mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menekankan pentingnya kontekstualisasi wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Hal ini sebagai upaya merespon tantangan zaman yang berubah dengan cepat.

"Tantangan bangsa mengalami perubahan. Perang terkini adalah menggunakan model soft power. Cuci otak dengan memanfaatkan lembaga pendidikan, lembaga keagamaan hingga teknologi informasi," kata Basarah di Unisma Malang Jawa Timur, Minggu 1 September 2019.

Basarah menegaskan bahwa di dunia maya bisa dengan mudah ditemukan propaganda nilai-nilai dan budaya asing. Mulai dari ekstrimisme agama, paham kebebasan, informasi palsu (hoax) hingga ujaran kebencian bisa dengan mudah ditemukan di internet. Sebagai pengguna internet dan media sosial, tentu saja generasi muda menjadi sangat rentan dan mudah terpapar dengan berbagai propaganda tersebut.

Baca juga :
Dibantai Persebaya 5-0, Pelatih Persik: Kami Sangat Buruk

"Tidak jarang generasi muda menelan mentah-mentah informasi tersebut dan turut menyebarkannya, tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi" ujar Basarah yang juga dosen paska sarjana Unisma.

"Nah bagaimana kita menggunakan internet untuk memperkuat wawasan kebangsaan kita? Ini menjadi tantangan kita bersama sebagai sebuah bangsa" ujar Basarah.

Baca juga :
Bruno Fernandes Resmi Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris

Terhadap fenomena tersebut, Perguruan Tinggi menurut Basarah memiliki andil penting dalam membentuk Nation and Character lewat wawasan kebangsaan. Hal ini bisa dimulai dengan menyiapkan tenaga pendidik yang berkarakter Pancasilais. Pengetahuan yang disampaikan tenaga pendidik akan membentuk pola pikir. Pola pikir akan membentuk keyakinan dan perilaku. Perilaku yang diulang terus akan menjadi karakter.

Kedua dalah optimalisasi Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Kegiatan Mahasiswa di Perguruan Tinggi.

Baca juga :
Kontak pusat bantuan Jago 24 jam

"Diperlukan dukungan dan peran pemerintah untuk memanfaatkan kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan seperti ekstra universitas Kelompok Cipayung untuk terlibat membumikan Pancasila di setiap kampus," tegas Basarah

Terakhir, Basarah juga mengapresiasi kiprah Unisma dalam lanskap pendidikan nasional. Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) terbesar di Indonesia dinilai mampu memadukan nilai-nilai Islam moderat dengan semangat toleransi dan kebhinekaan.

"Harapan kita semoga Unisma terus istiqomah menebar Islam damai, mempropagandakan Islam wasathiyyah atau moderat dengan membawa semangat toleransi dan kebhinekaan," demikian penjelasan Basarah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777