https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Film Hanung Bramantyo Ini Jadi Tema Diskusi Oleh Mahasiswa di Amerika

Fitriawan Ginting | Senin, 03/12/2018 16:21 WIB



Film Sultan Agung karya terbaru dari sutradara ternama Hanung Bramantyo menjadi kajian diskusi oleh Mahasiswa di Washinton DC, Amerika Serikat. Diskusi Film Sultan Agung di Amerika Serikat mendapat respon positif dari para peserta. (Foto : Ist)

Jakarta- Persatuan Mahasiswa Indonesia di Washington DC (Permias DC) sukses menyelenggarakan pemutaran film Sultan Agung di The George Washington University (GWU), Minggu (02/12). Acara pemutaran film terbaru karya Hanung Bramantyo ini dihadiri oleh sekitar 100 audiens yang berasal dari kalangan akademisi dan umum.

Dalam kesempatan ini, Permias DC bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Los Angeles Independent Film Festival (LAIFF), Organization of Asian Studies di GWU, dan Sigur Center for Asian Studies di GWU. Pemutaran film dilakukan di Harry Harding Auditorium, Elliot School of International Affairs, GWU.

Presiden Permias DC, Aldwin Yusgiantoro menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mempromosikan Indonesia melalui film nasional. Ia menganggap sudah menjadi tugas pelajar Indonesia yang sedang mengenyam Pendidikan di negeri Paman Sam ini untuk berkontribusi kepada bangsa dengan cara-cara apapun yang positif.

Baca juga :
KPK Kaji Aliran Suap SGD 213.600 ke Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

“Kami sebagai pelajar Indonesia di sini punya semangat yang kuat untuk mempromosikan Indonesia dan menanamkan citra positif bangsa kita kepada masyarakat di Amerika. Selain itu, kami juga berupaya menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada diaspora Indonesia melalui film sejarah ini,” jelas Aldwin.

Baca juga :
Siap-siap, Thailand Bakal Pungut Pajak bagi Turis Asing
Film Sultan Agung merupakan sebuah film yang menyajikan cerita sejarah Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram (Raden Mas Rangsang) melawan penjajahan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada abad ke 17 masehi. Jadi, budaya Indonesia sangat kental di film ini.

“Kita mengapresiasi pemutaran film ini karena memuat konten nasionalisme. Jadi diaspora Indonesia dan warga Amerika yang menonton film ini mendapatkan pemahaman mengenai sejarah bangsa kita,” ujar Theo Nugroho, Konsuler KBRI DC, saat memberi kata sambutan sebelum pemutaran film.

Baca juga :
Pecah Rekor! 274 Pendaki Capai Puncak Everest dari Nepal
Setelah penayangan film, panitia menyajikan sesi tanya dan jawab dengan salah satu aktor utama film Sultan Agung, Marthino Lio. Pada kesempatan tanya jawab ini, beberapa penonton juga memberikan apresiasi kepada Permias DC yang telah menyelenggarakan acara ini dan meminta acara seperti ini dapat dilakukan lebih rutin.

Marthino Lio juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak terkait yang telah menyelenggarakan pemutaran film ini dan membuat film karya anak bangsa ini dapat dikenal oleh masyarakat internasional. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Permias DC atas penyelenggaraan acara ini, dan semoga kegiatan seperti ini makin sering di lakukan di Amerika Serikat dan dunia internasional lainnya.”

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kabar Artis Hanung Bramantyo Sultan Agung

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777