https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tebing Fosil Ikan Denmark Bakal Masuk Warisan Dunia UNESCO

Mutiul Alim | Rabu, 22/07/2026 18:40 WIB



Dua tebing di pesisir Denmark, Hanklit dan Knudeklint, yang berusia 55 juta tahun, akan mendapatkan status Warisan Dunia UNESCO Tebing fosil di Denmark (Foto: AFP)

Nykobing Mors, Jurnas.com - Dua tebing di pesisir Denmark, Hanklit dan Knudeklint, tempat para ahli paleontologi menemukan fosil satwa liar prasejarah berusia 55 juta tahun, akan mendapatkan status Warisan Dunia saat komite UNESCO bertemu di Korea Selatan.

Selama beberapa dekade, tebing-tebing ini telah dikenal dengan apa yang disebut UNESCO sebagai fosil serangga purba, kehidupan burung, dan lebih dari 80 spesies ikan yang berbeda, termasuk kerabat kuno makarel dan haring, yang terpelihara dengan sangat baik.

"Ini sangat unik," kata Jan Audun Rasmussen, seorang peneliti dan kurator dari Museum Mors, yang turut menulis proposal pengajuan UNESCO tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP pada Rabu (22/7).

"Apa yang dapat kami tunjukkan dalam endapan ini adalah evolusi pertama dari banyak garis keturunan ikan dan burung," dia menambahkan.

50 lima juta tahun yang lalu, seluruh Denmark tertutup air dan dasar laut tanah liat Limfjord yang rendah oksigen menyediakan kapsul waktu yang sempurna bagi ikan, burung, dan penyu yang mati serta tenggelam ke dasar laut.

Tidak ada oksigen bagi organisme kecil yang biasanya memakan tubuh hewan mati, menurut penjelasan Audun Rasmussen, saat berdiri di bawah tebing Hanklit yang menjulang setinggi 60 meter.

"Itu berarti pelestarian fosilnya sangat luar biasa," ujar dia.

Tebing-tebing tersebut sudah masuk dalam daftar tentatif UNESCO, dan Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah merekomendasikan agar tebing-tebing tersebut dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia.

Selain memberikan pandangan sekilas ke masa lalu yang jauh, Hanklit dan Knudeklint juga menggambarkan tentang dampak perubahan iklim yang pernahmemanaskan Bumi.

Lapisan batuan tebing-tebing tersebut merekam peristiwa pemanasan global dramatis berusia 56 juta tahun, ketika pelepasan gas rumah kaca secara besar-besaran membuat suhu global melonjak antara 5 hingga 8 derajat Celcius.

"Jelas, pemanasan menyebabkan banyak perubahan pada hewan," kata Laura Jane Cotton dari Museum Sejarah Alam Denmark.

Cotton mengatakan bahwa fosil tebing Limfjord yang mencakup spesimen dari masa selama dan setelah peristiwa tersebut, memberi para peneliti sebuah potret lingkungan yang merupakan analog terbaik untuk pemanasan modern.

"Meskipun kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apa yang punah dan kapan, kita bisa mendapatkan gambarannya jika sesuatu menghilang dari lingkungan ini secara tiba-tiba," ungkapnya.

Jika terdaftar, tebing Hanklit dan Knudeklint di kepulauan fyord Mors dan Fur akan menjadi situs alam kelima di tanah Denmark yang menerima status Warisan Dunia UNESCO, termasuk satu situs di wilayah otonom Greenland.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tebing Fosil Denmark Warisan Dunia UNESCO Hanklit dan Knudeklint

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777