https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Defisiensi Zat Gizi Mikro Picu Stunting

Eka Wahyu Pramita | Selasa, 18/09/2018 21:54 WIB



Tahun 2016 angka kekurangan gizi anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.  Stunting menjadi problem utama masalah gizi (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Dalam lima tahun terakhir ini Indonesia dikejutkan dengan tingginya  angka stunting, satu dari tiga anak dengan kondisi stunting. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis.

Kekurangan gizi merupakan masalah yang sangat serius untuk disikapi. Kekurangan gizi pada akhirnya menyebabkan kematian, akibatnya mengurangi daya saing sebuah
negara akibat hilangnya generasi yang sehat.

Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, data menunjukkan pembangunan makro yang mengesankan seperti pertumbuhan PDB 5,4 persen pada tahun 2017, pada tahun 2017 untuk pertama kalinya PDB mencapai 1 triliun USD.

Baca juga :
Jelang Puncak Haji Armuzna, Kemenhaj Imbau Jemaah Jaga Kondisi Tubuh

Sayangnya belum banyak kemajuan dalam pencapaian hasil perbaikan masalah malnutrisi pada sekitar 9,2 juta (37 persen) anak-anak yang mengalami stunting.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Juwalita Surapsari mengatakan stunting ialah masalah gizi utama, karena angka ini cenderung meningkat, peningkatan stunting pada balita dari 35,6 persen pada 2010 menjadi 37,2 persen pada 2013.

Baca juga :
Panas Ekstrem Saat Ibadah Haji Lampaui Batas Ketahanan Tubuh Manusia

Kisaran prevalensi stunting antara terendah (26,3 persen) di Provinsi Riau dan tertinggi (51,7 persen) di Nusa Tenggara Timur. Dua puluh provinsi (di antara 33 provinsi) memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi daripada data nasional (Riskesdas, 2013).

Indonesia telah menunjukkan penurunan kemiskinan yang stabil dari 16,6 pada tahun 2007 menjadi 10,9 persen pada tahun 2016, tetapi kekurangan gizi anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

Baca juga :
Studi: Otak Manusia Mengandung Mikroplastik Lebih Banyak dari Organ Lain

Indonesia berada sesuai target untuk mencapai target Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly-WHA) untuk pemberian ASI eksklusif tetapi membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengatasi stunting, wasting, dan anemia, menunjukkan kebutuhan untuk mengatasi penyebab yang mendasari masalah kekurangan gizi tersebut, termasuk defisiensi zat gizi mikro.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Zat Gizi Mikro Tubuh Stunting

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777