Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan hasil survei terbaru yang dirilis SMRC dan Indikator Politik Indonesia harus dipandang sebagai instrumen evaluasi, bukan penentu arah kebijakan pemerintah.
Menurutnya, naik-turunnya tingkat elektabilitas maupun kepuasan publik merupakan dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi, terlebih ketika pemerintah sedang menjalankan berbagai kebijakan strategis.
“Bagi Partai Gerindra, survei adalah instrumen evaluasi yang baik, tetapi bukan penentu arah kebijakan. Angka elektabilitas atau kepuasan publik itu sifatnya dinamis, naik turun di survei adalah hal yang lumrah dalam demokrasi,” kata Sugiat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7).
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mengatakan dinamika hasil survei tidak dapat dipisahkan dari proses penataan dan transisi kebijakan besar yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembenahan anggaran, stabilisasi harga, hingga persiapan berbagai program nasional dapat memunculkan respons publik yang beragam.
“Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis,” ujarnya.
Sugiat juga mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo belum genap berjalan dua tahun. Karena itu, ia menilai terlalu dini apabila perhatian publik hanya terfokus pada fluktuasi hasil survei.
“Kontestasi politik dan pemilu berikutnya masih sangat jauh. Pemerintahan juga belum genap berjalan dua tahun. Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana,” katanya.
Ia mengibaratkan pemerintahan saat ini sedang membangun fondasi yang kuat agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kepercayaan publik akan meningkat seiring manfaat kebijakan pemerintah semakin dirasakan masyarakat.
Sugiat menegaskan Partai Gerindra tidak panik menghadapi dinamika hasil survei. Sebaliknya, survei dipandang sebagai masukan untuk mempercepat kinerja pemerintah.
“Angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik,” ucapnya.
Ia menambahkan fokus pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.
Sugiat optimistis tingkat kepuasan publik akan kembali meningkat seiring pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, penataan ekonomi, dan perbaikan tata kelola birokrasi.
“Kami sangat optimistis, seiring dengan makin matangnya eksekusi program strategis pemerintah dan manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, angka kepuasan publik akan kembali meningkat,” katanya.
Di akhir keterangannya, Sugiat mengimbau seluruh pihak agar tidak menjadikan hasil survei sebagai alat membangun opini politik jangka pendek yang berpotensi mengganggu fokus pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan.
Ia juga memastikan Partai Gerindra bersama partai-partai koalisi akan terus mengawal pelaksanaan kebijakan Presiden Prabowo agar tepat sasaran dan tetap berorientasi pada pelayanan publik.
“Seluruh kader Partai Gerindra dan partai koalisi berada dalam satu komando untuk memastikan kebijakan Presiden terealisasi tepat sasaran. Kami akan terus mengawal agar birokrasi menjadi mesin pelayanan publik yang responsif dan bekerja sepenuhnya untuk rakyat,” tegas Sugiat.
Jum'at, 31/07/2026 19:12 WIB
Jum'at, 31/07/2026 19:05 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB