Produk ritel PTPN I. Foto: dok. jurnas
JAKARTA – Meski masih ditopang oleh karet sebagai komoditas utama, PTPN I (Persero) menggenjot komoditas skunder dan tertier sebagai prospek masa depan. Teh, kopi, tembakau, dan beberapa produk pangan end user terus melakukan penetrasi pasar retail.
Sebanyak 15 ribu titik penjualan produk eceran di seluruh Indonesia telah bekerja sama dengan PTPN I. Mulai dari supermarket, minimarket, toko grosir, warung, hingga berbagai platform market place telah menjual produk-produk yang dihasilkan.
Hotel-hotel berbintang dalam jaringan hospitality internasional juga telah menggunakan produk PTPN I, terutama produk teh, kopi, dan gula. Juga banyak kafe dan tempat-tempat nongkrong eksklusif yang mengandalkan kopi dan teh premium dari PTPN I.
“Di sektor retail ini memang sangat ketat. Produsen swasta sudah sangat padat dan kompetisinya juga sangat ketat. Tetapi, kami berkeyakinan punya market share cukup besar dengan mengandalkan kualitas terbaik, diproduksi dari negeri sendiri, dan edukasi konsumen. Ini sudah kami buktikan dengan pertumbuhan pasar yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir,” kata Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras, Jumat (31/7/2026).
Jebolan Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menjelaskan penguatan bisnis retail menjadi salah satu basis transformasi perusahaan. Yakni, dari yang berbasis komoditas menuju perusahaan agribisnis modern yang menghasilkan produk bernilai tambah.
“Transformasi bisnis retail menjadi bagian penting dalam perjalanan PTPN I. Kami ingin memastikan produk perkebunan yang berasal dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui merek yang kuat, kualitas yang terjamin, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata Abdul Rivai.
Menurut Rivai, penguatan pasar retail ini juga bagian dari hilirisasi sebagaimana program pemerintah. Tampil di pasar retail, kata dia, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional. Melalui pengembangan produk olahan, penguatan merek, dan perluasan pasar, komoditas perkebunan tidak hanya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Untuk produk teh, PTPN I mencatat pertumbuhan penjualan retail sebesar 12 persen sepanjang 2025. Kinerja tersebut didukung oleh strategi pengembangan produk melalui kehadiran varian specialty tea, seperti teh putih dan teh hijau premium, yang menyasar segmen konsumen dengan preferensi terhadap produk berkualitas tinggi.
Sementara itu, produk kopi kemasan PTPN I mengalami peningkatan permintaan seiring dengan berkembangnya tren konsumsi kopi rumahan. Produk kopi dengan konsep single origin dari perkebunan sendiri, baik Arabika maupun Robusta, mendapatkan respons positif dari pasar karena menawarkan karakter cita rasa khas dari daerah asalnya.
Untuk produk gula retail, PTPN I terus menjaga ketersediaan gula kemasan ukuran 1 kilogram sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung stabilitas pangan nasional. Melalui jaringan distribusi yang semakin luas, perusahaan berupaya memastikan produk gula dapat tersedia secara merata di berbagai wilayah.
Abdul Rivai menjelaskan, peningkatan daya saing produk retail PTPN I tidak terlepas dari penerapan strategi digitalisasi, inovasi kemasan, serta penguatan standar kualitas produk. Perusahaan terus mengembangkan kanal penjualan digital melalui official store di berbagai platform marketplace dan memperkuat integrasi sistem stok digital dengan jaringan distributor daerah.
“Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten. Karena itu, aspek mutu, sertifikasi, inovasi kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama PTPN I dalam mengembangkan produk retail yang berkelanjutan,” katanya.
Selain penguatan kanal pemasaran, PTPN I juga terus menjaga standar kualitas melalui berbagai sertifikasi, termasuk Halal, SNI, dan ISO, sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap keamanan dan kepercayaan konsumen.
PTPN I juga memperkuat sinergi antar-BUMN melalui kolaborasi dengan jaringan distribusi pangan nasional untuk memperluas akses pasar dan memastikan produk perkebunan perusahaan semakin mudah dijangkau masyarakat.
Tahun ini (2026), PTPN I menyiapkan pengembangan produk retail baru yang mengusung konsep healthy lifestyle serta memperluas pasar ekspor produk kemasan ke kawasan Asia Tenggara. Strategi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai perusahaan agribisnis modern yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global.
“Ke depan, PTPN I akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan produk perkebunan yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menjadikan PTPN I tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam menghadirkan produk hilir berkualitas,” tutup Abdul Rivai.
Jum'at, 31/07/2026 19:12 WIB
Jum'at, 31/07/2026 19:05 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB