https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kasihan, 60 Persen Perempuan Tak Bersekolah di Afghanistan

Supianto | Senin, 04/06/2018 07:50 WIB



Menurut laporan, UNICEF, sekitar 3,7 juta anak-anak berusia antara tujuh dan 17 tahun, atau 44 persen, tidak bersekolah. Sekira 2,7 juta anak perempuan dari angka tersebut. Ilustrasi bom di Afghanistan

Afganistan - Hanya satu dari tiga perempuan yang saat ini bersekolah di Afghanistan. Ini merupakan penurunan terbesar dalam jumlah peserta didik sejak Taliban dicopot dari kekuasaan 16 tahun lalu.

Menurut laporan, UNICEF, sekitar 3,7 juta anak-anak berusia antara tujuh dan 17 tahun, atau 44 persen, tidak bersekolah. Sekira 2,7 juta anak perempuan dari angka tersebut, atau sekira 60 persen.

"Konflik yang sedang berlangsung dan memburuknya situasi keamanan di seluruh negeri, ditambah lagi kemiskinan yang mendarah daging dan diskriminasi terhadap anak perempuan, mendorong tingkat anak-anak putus sekolah untuk pertama kalinya sejak tahun 2002," kata studi UNICEF di Afghanistan, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (3/6) waktu setempat.

Baca juga :
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan

Kekerasan yang meluas telah memaksa banyak sekolah untuk tutup. Hampir anak perempuan di negara di mana jutaan orang tidak pernah menginjakkan kaki di ruang kelas.

Laporan itu menambahkan, hingga 85 persen anak perempuan tidak pergi ke sekolah di beberapa provinsi yang paling parah terkena dampaknya, seperti Kandahar, Helmand, Wardak, Paktika, Zabul dan Uruzgan.

Baca juga :
Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi USD117,31 per Barel

Adele Khodr, perwakilan Afganistan UNICEF, mengatakan bahwa mereka yang tidak bersekolah karena meningkatnya pelecehan, eksploitasi dan rekrutmen ke dalam geng bersenjata.

Ia juga menekankan pentingnya sekolah dalam memberi anak-anak titik orientasi di tengah gangguan yang disebabkan oleh konflik.

Baca juga :
DPR Minta Pemerintah Kendalikan Informasi Konflik Wamena

"(Schooling) adalah tentang menyediakan rutinitas dan stabilitas dalam hidup, yang merupakan investasi bijak yang diberikan ketidakamanan di seluruh bagian negara," tambah Khodr.

Di antaranya, laporan itu juga menandai pernikahan anak, kekurangan guru perempuan dan infrastruktur yang buruk sebagai alasan utama semakin memperburuk situasi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Afghanistan sekolah pelecehan seksual konflik

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777