https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dari Bogor, Islam Wasathiyah Digelindingkan untuk Peradaban Dunia

Redaksi | Jum'at, 04/05/2018 19:36 WIB



Pesan Bogor disusun dengan ringkas dan tidak seperti pesan-pesan yang lahir dari konferensi semacam KTT Ulama dan Cendekiawan. Jokowi, Din Syamsudin dan Ahmad

Bogor - Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia yang berlangsung 1-3 Mei, di Bogor telah berakhir Kamis (3/5). Seluruh Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia yang hadir dalam KTT tentang Islam Wasathiyah itu menyepakati dan mendukung poin-poin yang ada dalam "Bogor Message”.

Pesan Bogor dihasilkan dari KTT yang dihadiri oleh seratusan Ulama dan Cendekiawan Muslim dari 40 negara. ”Seluruh ulama menyetujuinya, dan ada beberapa tambahan yang akan disusun dalam Pesan Bogor,” kata Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof. Dr. Din Syamsudin.  

Menurut Din, Pesan Bogor disusun dengan ringkas dan tidak seperti pesan-pesan yang lahir dari konferensi semacam KTT Ulama dan Cendekiawan. ”Hanya ada tiga butir konsideran (pertimbangan), namun kemudian diletakkan di dalam komitmen yang bersifat praktis. Terutama lewat Poros Wasathiyah Islam Dunia, disepakati untuk didirikan dan berada di Indonesia,” ujarnya.  

Baca juga :
Sampai Kapan Waktu Sahnya Berkurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat Islam

Melalui poros ini semua program akan dirancang termasuk untuk diadakannya pertemuan tahunan.  Isi pertimbangan Pesan Bogor tersebut, lanjut Din, para Cendekiawan Muslim Dunia yang bersidang di KTT Cendekiawan Muslim Dunia tentang Wasathiyah Islam mengakui realitas peradaban modern yang mengalami kekacauan global, ketidakpastian dan akumulasi kerusakan global. Hal ini juga diperparah oleh kemiskinan, buta huruf, ketidakadilan, diksriminasi dan berbagai bentuk kekerasan baik di tingkat nasional maupun global.  

Empat isi Pesan Bogor yang dihasilkan dari KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia; Pertama, mengaktifkan kembali paradigma Wasathiyah Islam sebagai ajaran Islam Pusat yang meliputi tujuh nilai utama. Tujuh nilai utama tersebut yakni tawasuth (tengahan), I’tidal (adil proporsional), tasamuh (toleransi), syura (musyawarah), islah (membangun dan perdamaian), qudwah (keteladanan utama), dan muwatonah (keberbangsaan).

Baca juga :
Mengapa Ada Surah Al-Qur`an yang Menggunakan Nama Binatang?

Pesan kedua yakni menjunjung tinggi nilai-nilai paradigma Wasathiyah Islam sebagai budaya hidup secara individual dan kolektif, dengan melambangkan semangat sejarah peradaban Islam. Ketiga, memperkuat tekad untuk membuktikan kepada dunia, bahwa umat Islam sedang mengalami paradigma Wasathiyah Islam dalam semua aspek kehidupan.  

Keempat, mendorong negara-negara Muslim dan komunitas untuk mengambil inisiatif untuk mempromosikan paradigma Wasathiyah Islam, melalui Fulcrum (poros) of Wasathiyah Islam, dalam rangka membangun Ummatan Wasatan, sebuah masyarakat yang adil, makmur, damai, inklusif, harmonis, berdasarkan pada ajaran Islam dan moralitas.  

Baca juga :
20 Ucapan Hari Raya Iduladha 2026, Cocok untuk Postingan Medsos

Gerakan penyebaran Islam moderat tidak boleh terhenti usai KTT Ulama dan Cendekiawan tersebut. Agar terus bergaung dan menular ke tempat lain, Islam penengah dapat menjadi solusi dalam memperbaiki citra Islam yang kerap disamakan dengan kekerasan. ”Padahal sejatinya, Islam adalah agama yang damai,” kata Din.

Din berharap ide-ide Islam Wasathiyah yang berciri damai dan toleran dapat menyebar ke berbagai penjuru dunia seperti bola salju. ”Agar jadi bola salju keluar, dan menyebar ke seluruh dunia,” tegasnya.

Din menambahkan, gerakan ini diharapkan dapat menjadi upaya revitalisasi pandangan dunia terhadap Islam. Apalagi, lanjut Din, gerakan menyebarkan Islam Wasyathiyah ala Indonesia saat ini memiliki jaringan yang lebih baik sejak KTT Ulama dan Cendekiawan digelar. ”Jaringan itu semakin luas sehingga jalan sudah terbuka. Tinggal langkah Indonesia untuk melanjutkan upaya langkah tersebut,” jelasnya.

Din cukup puas dengan hasil KTT Ulama dan Cendekiawan Dunia di Bogor. Terlebih, kata Din, para ulama dan cendekiawan antarnegara yang berkumpul dalam KTT tersebut memiliki pandangan yang sama mengenai Islam moderat. ”Di negara lain menjadi senada. Kami sekarang mempunyai keringanan langkah untuk bergerak,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

islam wasathiyah islam peradaban dunia

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777