https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal PGAD, Kondisi Wanita Alami Orgasme hingga 100 Kali Per Hari

Mutiul Alim | Kamis, 05/10/2017 21:16 WIB



Mencapai orgasme memang sebuah kenikmatan yang tiada tara. Namun, dalam kondisi tertentu, orgasme bisa menjadi sebuah penyakit. Ilustrasi wanita orgasme (foto: Daily Star)

Jakarta – Mencapai orgasme memang sebuah kenikmatan yang tiada tara. Namun, dalam kondisi tertentu, orgasme bisa menjadi sebuah penyakit.

Seperti dikutip dari Daily Star, sebuah kelainan seksual bernama Persistent Genital Arousal Disorder (PGAD) merupakan kondisi di mana wanita merasakan orgasme hingga seratus kali dalam sehari. Keadaan tersebut juga dirasakan ketika tidak sedang melakukan hubungan seksual.

Direktur Ginekollgi Invasif Minimal Jessica Shepherd MD mengatakan PGAD umumnya terlihat pada wanita yang sering merasakan rangsangan seksual pada alat kelamin mereka, secara terus menerus. “Meski tidak diinginkan, rangsangan ini tetap terasa,” kata Jessica.

Baca juga :
Begini Pola Hidup Sehat yang Diajarkan Rasulullah

Kondisi ini, kata Jessica disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya perubahan vaskular, perubahan hormon, stres, atau berbagai persoalan psikologis lainnya.

“Wanita merasa tidak nyaman, karena adanya denyutan di alat vital (klitoris, labia, vagina atau anus). Sensasi ini terjadi tanpa ada hasrat seksual sekalipun,” tambahnya.

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Seorang pengguna Reddit berusia 22 tahun menngaku pernah mengalami kelainan ini. Ia mengatakan pada saat baru menginjak remaja, dirinya mengalami orgasme antara 20 hingga 30 kali per hari.

“Saat di mana saja, menonton tv dengan keluarga, di mal, restoran, saya selalu ingin menyentuh diri saya sendiri. Bahkan saya pernah melakukan itu, ketika keluarga saya sedang berada di ruangan, dan mereka menyaksikanku melakukan sentuhan itu,” akunya.

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

Lalu, bagaimana cara mengobati kelainan seksual ini?

Jessica mengatakan pengobatan PGAD dapat menggunakan obat-obatan antidepresan, gel dengan anestesi, stimulasi saraf, hingga terapi kognitif. Dan sayangnya, tidak ada pengobatan tunggal untuk penderita PGAD.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gaya Hidup Seks PGAD Kelainan Seksual

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777