https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dua Ancaman Besar yang Diprediksi Mengancam Masa Depan Manusia

Vaza Diva | Rabu, 23/07/2025 20:22 WIB



Para ilmuwan telah mengidentifikasi dua ancaman utama yang dihadapi umat manusia di masa depan, yaitu misinformasi dan disinformasi Ilustrasi - perilaku konsumtif bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan manusia (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan telah mengidentifikasi dua ancaman utama yang dihadapi umat manusia di masa depan, berdasarkan laporan dari World Economic Forum (WEF) yang dikutip pada Rabu (23/7) .

Dua ancaman tersebut adalah meningkatnya misinformasi dan disinformasi serta krisis iklim global, yang semakin memperburuk situasi sosial dan ekonomi dunia.

Misinformasi dan disinformasi menjadi ancaman mendesak di dunia digital saat ini. Penyebaran hoaks dan informasi palsu dapat memicu perpecahan sosial, kerusuhan sipil, dan merusak kepercayaan terhadap demokrasi.

Baca juga :
Disinformasi Media Sosial Ancaman bagi Persatuan Bangsa

Dengan lebih dari 3 miliar orang akan menghadapi pemilihan umum di tahun 2025, ancaman ini semakin besar.

WEF memperingatkan bahwa pemilihan umum global bisa terancam dengan sistem informasi yang menyesatkan, yang berpotensi mengarah pada ketidakstabilan sosial dan politik.

Baca juga :
Singa Persia dan Pesan Tersembunyi Serangan Israel

Sementara itu, tantangan terbesar dalam beberapa tahun ke depan adalah krisis iklim yang semakin mendekati titik kritis. Rekor cuaca ekstrem dan meningkatnya suhu global pada tahun 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa bumi sudah semakin dekat dengan titik yang tidak dapat dipulihkan lagi.

Para peneliti memperingatkan bahwa gaya hidup konsumtif yang tidak adil dan distribusi sumber daya yang timpang semakin memperburuk krisis ini.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Perjuangan RA Kartini Harus Terus Hidup Untuk Menjawab Tantangan Emansipasi di Masa Depan

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin memperburuk dampak perubahan iklim, di mana sedikit orang kaya memiliki akses terhadap teknologi dan infrastruktur, sementara sebagian besar dunia mengalami kekurangan.

Peneliti juga memetakan bagaimana kehidupan yang adil dan berkelanjutan masih mungkin dilakukan jika manusia mulai mengurangi penggunaan sumber daya dan beralih ke energi terbarukan.

Akan tetapi, tanpa perubahan signifikan, proyeksi mengarah pada hilangnya ruang yang aman dan adil bagi umat manusia pada tahun 2050.

Selain itu, negara-negara dengan tingkat kerentanannya tinggi terhadap dampak iklim, seperti India, Indonesia, Brasil, dan Pakistan, akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam hal kerusakan lingkungan, polusi udara, dan kekurangan air.

Untuk itu, langkah-langkah segera seperti perpajakan progresif, pengembangan teknologi ramah lingkungan, dan subsidi untuk produk berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang mengancam keberlanjutan planet ini.

Krisis iklim dan informasi yang menyesatkan menjadi dua masalah besar yang harus segera diatasi agar umat manusia dapat bertahan dan berkembang di masa depan.

Keberhasilan dalam menghadapinya akan sangat bergantung pada kolaborasi global dan kesadaran untuk bertransformasi menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ancaman Manusia Masa Depan misinformasi disinformasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777