https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kekerasan di Tepi Barat, Palestina Tuntut Aksi Global

Vaza Diva | Minggu, 13/07/2025 13:01 WIB



Palestina mendesak komunitas internasional untuk segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat Ilustrasi - Palestina yang meminta Israel untuk berhenti melakukan kekerasan di wilayah pendudukan tepi barat (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Seruan ini muncul menyusul tewasnya dua pemuda Palestina dalam serangan brutal di kota Sinjil, sebelah utara Ramallah, pada Sabtu (12/7).

Dua korban tewas diketahui bernama Saif al-Din Kamel Abdul Karim Muslat (23), seorang warga Palestina-Amerika, yang dilaporkan meninggal akibat pemukulan oleh kelompok pemukim.

Baca juga :
Media Israel Sebut Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza

Sementara itu, korban lainnya, Mohammed al-Shalabi (23), meninggal dunia setelah tertembak di bagian dada. Kementerian Kesehatan Palestina telah mengonfirmasi kematian keduanya.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Antara, Kemenlu Palestina mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk "terorisme yang biadab dan sistematis" yang dilakukan oleh kelompok pemukim, serta mendesak negara-negara dunia untuk menghentikan "standar ganda" dalam merespons penderitaan warga Palestina.

Baca juga :
3 Warga Palestina Tewas dalam Serangan terhadap Dapur Bantuan di Gaza

Kementerian juga mengungkap bahwa selain menewaskan dua orang, para pemukim juga membakar sejumlah rumah milik warga Palestina dan menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi malam itu.

Tindakan kekerasan pemukim digambarkan sebagai bagian dari “teror negara yang terorganisir,” yang menurut Kemenlu Palestina, selaras dengan kebijakan resmi pemerintah Israel yang mendukung perluasan wilayah kolonial dengan cara melindungi kelompok-kelompok ekstremis pemukim.

Baca juga :
Komandan Jihad Islam Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon

Otoritas Palestina menegaskan pentingnya pertanggungjawaban hukum bagi organisasi-organisasi pemukim, serta menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan secara politik maupun militer terhadap aksi-aksi tersebut.

Data dari Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2024, terdapat sekitar 770.000 pemukim Israel di Tepi Barat.

Mereka tersebar di 180 permukiman ilegal serta 256 pos permukiman yang tidak sah, termasuk lebih dari seratus pos yang berfungsi sebagai kawasan pertanian dan penggembalaan.

Komisi juga mencatat sebanyak 2.153 serangan dilakukan oleh pemukim hanya dalam enam bulan pertama tahun ini, yang telah menewaskan sedikitnya empat warga Palestina.

Sejak pecahnya agresi Israel di Jalur Gaza, kekerasan juga meningkat drastis di Tepi Barat. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, hingga saat ini tercatat 998 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka akibat serangan yang dilakukan oleh tentara Israel dan pemukim.

Sebagai tambahan, Mahkamah Internasional (ICJ) dalam opini hukumnya pada Juli lalu menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang bertentangan dengan hukum internasional dan menyerukan pengakhiran seluruh aktivitas permukiman di wilayah tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Paletina Israel Tepi Barat komunitas internasional

Terkini | Kamis, 06/08/2026 17:19 WIB

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

News

Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

News

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777