https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi: Perubahan Iklim Turunkan Nutrisi Pangan, Meski Hasil Panen Meningkat

Agus Mughni | Sabtu, 12/07/2025 18:28 WIB



Perubahan iklim menurunkan kandungan nutrisi tanaman, meskipun hasil panen meningkat. Ilustrasi pengolahan pangan (Foto: Ist/Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Kita sudah sering mendengar bahwa perubahan iklim mengancam produksi pangan. Tapi ada ancaman yang lebih halus dan jarang dibahas: makanan kita kini semakin kurang bergizi — dan itu bisa berdampak besar bagi kesehatan global.

Penelitian terbaru dari Liverpool John Moores University mengungkap bahwa peningkatan kadar CO₂ dan suhu yang lebih panas tak hanya mempercepat pertumbuhan tanaman, tapi juga mengubah kandungan gizinya. Sayuran bisa tampak segar dan tumbuh subur, namun diam-diam kehilangan nutrisi penting.

Tanaman Subur, Tapi Gizi Miskin

“Fokus kami bukan hanya pada jumlah hasil panen, tapi pada kualitasnya,” kata Jiata Ugwah Ekele, mahasiswa PhD yang memimpin riset ini.

Baca juga :
Kebakaran Hutan Kini Aktif Sepanjang Malam, Studi Ungkap Penyebab-Dampaknya

Ekele dan timnya menanam sayuran hijau populer seperti bayam, kale, dan rocket dalam ruang iklim buatan. Dengan mengatur suhu dan kadar CO₂ agar mencerminkan prediksi iklim masa depan di Inggris, mereka melacak perubahan fisiologi dan kandungan nutrisi tanaman dari waktu ke waktu.

Hasil awalnya cukup mengkhawatirkan: tanaman memang tumbuh lebih besar di bawah kadar CO₂ tinggi, tapi kandungan mineral penting seperti kalsium dan antioksidan justru menurun. Ketika suhu tinggi ditambahkan, penurunan gizi menjadi lebih signifikan dan pertumbuhan tanaman juga ikut melambat.

Baca juga :
Hari Bumi 2026, Ilmuwan Peringatkan "Titik Balik" Iklim Sudah Terjadi

Respon Beragam Antar Jenis Tanaman

Menariknya, tidak semua tanaman bereaksi sama. Beberapa menunjukkan penurunan nutrisi yang tajam, sementara yang lain lebih tahan terhadap stres lingkungan.

“Variasi ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa menggeneralisasi efek perubahan iklim terhadap seluruh tanaman. Kompleksitas inilah yang membuat studi ini menantang dan penting,” ujar Ekele.

Baca juga :
Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya

Gizi Turun, Risiko Penyakit Naik

CO₂ yang tinggi memang dapat meningkatkan kadar gula alami dalam buah dan sayuran, tapi sering kali menurunkan kadar protein, vitamin, dan mineral penting.

“Ini bisa menciptakan pola makan tinggi kalori tapi miskin gizi,” jelas Ekele. “Dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, terutama di populasi yang sudah rentan terhadap penyakit tidak menular.”

Di banyak negara berkembang, di mana pilihan pangan terbatas, makanan yang kekurangan zat gizi seperti protein, zat besi, dan kalsium bisa memperburuk kondisi kesehatan dan memperlemah sistem imun.

Dampaknya Global, Solusinya Harus Terpadu

Meskipun riset ini dilakukan di Inggris, dampaknya bersifat global. Negara-negara di belahan bumi selatan menghadapi tekanan berlapis seperti kekeringan, degradasi tanah, dan serangan hama – di tengah ketergantungan tinggi pada pertanian untuk pangan dan penghidupan.

“Perubahan iklim bukan hanya soal panen berkurang, tapi juga soal apakah makanan yang kita hasilkan masih bisa memenuhi kebutuhan gizi manusia,” tambah Ekele.

Ia berharap riset ini menjadi pemicu kolaborasi lintas disiplin – dari ilmuwan tanaman, ahli gizi, hingga pembuat kebijakan – untuk menciptakan sistem pangan yang tidak hanya produktif, tapi juga sehat, adil, dan tangguh menghadapi krisis iklim. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perubahan iklim gizi tanaman nutrisi pangan Krisis Iklim

Terkini | Kamis, 06/08/2026 18:11 WIB

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

News

Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

News

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777