https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kata `Ketupat` Sebenarnya Singkatan, Ternyata Ini Kepanjangan dan Filosofinya

Agus Mughni | Minggu, 30/03/2025 17:15 WIB



Selain menjadi akronim, ketupat juga memiliki filosofi mendalam yang terkait dengan angka empat Ketupat (Foto: antisantikuman.com)

Bandung, Jurnas.com - Saat merayakan Idul Fitri, tidak lengkap rasanya jika tidak ada ketupat di meja makan. Bagi banyak orang, mungkin ketupat hanya dikenal sebagai hidangan khas Lebaran yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda.

Namun, dalam budaya Jawa, ketupat memiliki makna yang lebih dari sekadar makanan. Kata "ketupat" ternyata sebuah akronim dalam bahasa Jawa, yaitu "ngaku lepat".

“Ngaku lepat” berarti mengakui kesalahan atau meminta maaf. Hal ini sangat relevan dengan tradisi Idul Fitri, di mana umat Islam saling memaafkan setelah menjalani puasa sebulan penuh saat bulan Ramadan.

Baca juga :
Keutamaan Menyantuni Anak Yatim di Hari Asyura, Momentum Mulia 10 Muharram

Ketupat, dengan bentuknya yang unik dan filosofi yang terkandung di dalamnya, mengingatkan kita untuk selalu introspeksi diri dan mengakui kesalahan sebelum merayakan kemenangan.

Selain menjadi akronim, ketupat juga memiliki filosofi mendalam yang terkait dengan angka empat. Bentuk ketupat yang persegi empat simbolis dengan empat arah mata angin—Utara, Barat, Selatan, dan Timur—yang menggambarkan keseimbangan dalam kehidupan.

Baca juga :
Benarkah Anak Jalanan Termasuk Yatim? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Angka empat juga merujuk pada empat mazhab dalam Islam (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), serta empat sahabat utama Nabi Muhammad SAW—Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali—yang memimpin dengan penuh hikmah.

Dengan demikian, ketupat tidak hanya menjadi hidangan, tetapi juga simbol pengingat tentang pentingnya kesadaran diri, pengendalian nafsu, serta kebersihan hati, yang sangat relevan dengan semangat Lebaran.

Baca juga :
Alasan Mengapa 10 Muharram Disebut Lebaran Yatim

Meskipun ketupat telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dan diperkenalkan lebih lanjut oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15, filosofi yang terkandung di dalamnya tetap relevan hingga kini.

Setiap kali ketupat dibuat, disajikan hingga dicicipi, umat Islam di Indonesia diingatkan untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan. Selain itu, ketupat juga menjadi simbol pembaharuan diri yang sarat tradisi spiritual di momen Idul Fitri. (*)

Sumber: NU Online

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ketupat Singkatan ketupat Arti ketupat Lebaran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777