Bank Indonesia (ilustrasi). Foto: unair.ac.id
Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai USD459,3 miliar pada Agustus 2026, tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN pemerintah dan bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa perkembangan ULN Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika pembiayaan pemerintah dan sektor swasta.
"Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta," ungkap Denny, Kamis (15/10/2026).
ULN swasta pada Agustus 2026 tercatat sebesar USD195,6 miliar, mengalami kontraksi 0,8 persen secara tahunan.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kontraksi ULN kelompok perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) sebesar 0,8 persen secara tahunan dan kelompok lembaga keuangan (financial corporations) sebesar 0,6 persen secara tahunan.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terutama berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut mencakup 80,5 persen dari total ULN swasta.
BI menyatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tecermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,9 persen pada Agustus 2026.
Selain itu, struktur ULN Indonesia didominasi oleh utang berjangka panjang.
Kamis, 15/10/2026 17:35 WIB
Kamis, 15/10/2026 17:10 WIB
Kamis, 15/10/2026 16:15 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Kamis, 15/10/2026 16:54 WIB
Kamis, 15/10/2026 16:01 WIB