Ilustrasi - emas (Foto: Pixabay)
Beijing, Jurnas.com - Bank Sentral China (PBOC) kembali menambah cadangan emasnya pada September 2026, memperpanjang tren pembelian tanpa henti menjadi 23 bulan berturut-turut dan mendekati rekor dua tahun penuh. Otoritas moneter China memanfaatkan momentum pelemahan harga logam mulia di pasar global untuk memperkuat pundi-pundi cadangannya.
Data terbaru mencatat bahwa kepemilikan emas PBOC melonjak sekitar 740.000 troy ons sepanjang September. Langkah agresif ini kian mengukuhkan posisi PBOC sebagai salah satu pembeli emas terbesar di dunia yang gencar melakukan akumulasi saat harga terkoreksi.
Aksi borong emas oleh Beijing berlangsung menyusul tekanan jual yang cukup dalam di pasar emas sepanjang September. Mengutip laporan Bloomberg yang dilansir Aljazeera pada Rabu (7/10), harga logam mulia tersebut sempat anjlok lebih dari 6 persen hingga mendekati level USD$4.000 per ons.
Pelemahan harga emas tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga energi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, yang memicu tekanan inflasi dan mendorong Federal Reserve AS kembali menaikkan suku bunga acuan.
Meski pasar sempat bergejolak, sejumlah institusi investasi dan manajer pengelola dana terkemuka dunia justru memanfaatkan level 4.000 dolar AS per ons untuk kembali membangun posisi kepemilikan emas mereka. Situasi ini memberikan peluang strategis bagi China untuk mengakumulasi emas dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Pembelian pada September ini melanjutkan tren peningkatan cadangan logam mulia China yang konsisten. Berdasarkan data resmi yang dihimpun kantor berita Xinhua, cadangan emas China telah menyentuh angka 2.346,45 ton per akhir Juni 2026, setelah bertambah 40,12 ton pada paruh pertama tahun ini.
Pada saat bersamaan, data State Administration of Foreign Exchange (SAFE) mencatat cadangan devisa China berada di posisi 3,4 triliun dolar AS pada akhir September, atau menyusut sebesar USD$38,1 miliar (1,11 persen) dibandingkan akhir Agustus akibat pengaruh nilai tukar dan dinamika harga aset global.
Dalam pemetaan cadangan emas dunia versi World Gold Council, China kini menempati jajaran lima besar pemilik cadangan emas terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Prancis.
Strategi penumpukan emas oleh China mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan otoritas moneter internasional. Presiden Bank Sentral Jerman Joachim Nagel, menegaskan bahwa tingginya beban utang pemerintah menjadi pendorong kuat bagi bank sentral untuk memperbesar cadangan emas dan mendiversifikasi aset mereka.
Survei Dewan Emas Dunia terhadap 74 bank sentral pada Juni lalu memperlihatkan bahwa 45 persen responden berencana menambah kepemilikan emas dalam kurun 12 bulan ke depan, rekor tertinggi sejak survei diluncurkan pada 2018.
Sebaliknya, hanya ada satu bank sentral yang berencana memangkas cadangannya. Melalui penambahan 740.000 ons pada September, China kini hanya berjarak satu bulan lagi untuk menggenapkan reli pembelian emas selama dua tahun penuh.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB