https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Danantara Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga

Eko Budhiarto | Selasa, 06/10/2026 21:57 WIB



Teknologi transportasi berbasis listrik di tanah air sudah matang dan memberikan efisiensi secara ekonomis. Ilustrasi bus listrik (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur PT Danantara Development Management Fund, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga merupakan langkah paling cepat dan efisien bagi Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.

Hal tersebut disampaikannya dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum yang berlangsung di Jakarta, Selasa. Menurut Rachmat, negara berkembang seperti Indonesia sebaiknya memprioritaskan sektor yang masuk dalam kategori easy to abate atau lebih mudah dielektrifikasi sebelum berfokus pada sektor berat seperti industri.

“Bagi negara-negara seperti Indonesia yang masih berkembang, kita perlu memberi perhatian kepada sektor yang `easy to abate`, yang lebih mudah dielektrifikasi,” ujar Rachmat.

Baca juga :
Danantara Suntik US$ 250 Juta ke Perusahaan Migas AS HighPeak Energy

Ekosistem Kendaraan Listrik Sudah Matang

Rachmat menilai teknologi transportasi berbasis listrik di tanah air sudah matang dan memberikan efisiensi secara ekonomis. Terlebih lagi, Indonesia tengah gencar membangun seluruh rantai pasok kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari hulu ke hilir, mulai dari hilirisasi nikel hingga produksi baterai.

Baca juga :
Pemerintah Targetkan Groundbreaking PSEL di 12 Kota Sebelum Akhir 2026

“Mari kita maksimalkan di sana, dan tentu saja itu akan menciptakan seluruh rantai pasok dan ekosistemnya,” tambahnya.

Selain transportasi, Rachmat juga menyoroti sektor rumah tangga sebagai area lain yang sangat potensial untuk dielektrifikasi. Salah satu langkah konkrit paling sederhana yang bisa diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari adalah mengalihkan penggunaan kompor gas ke kompor listrik.

Baca juga :
Pengalihan Utang Kereta Cepat Whoosh Masih Berproses, Kemenkeu Lakukan Uji

“Rumah tangga itu sebagian besar (emisinya) dari memasak. Kalau kita bisa mengurangi emisi dari kegiatan memasak, akan sangat mudah bila dilakukan elektrifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya penekanan emisi karbon dari sektor industri memang cenderung lebih rumit. Oleh karena itu, bagi negara dengan pendapatan domestik bruto (PDB) tingkat menengah, akselerasi pada sektor harian masyarakat menjadi strategi yang paling rasional.

Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh Signifikan

Inisiatif transisi menuju energi bersih ini juga tercermin dari tren pasar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik maupun hybrid oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) terus menorehkan pertumbuhan positif.

Hingga Agustus 2026, pembiayaan sektor ini melonjak sebesar 34,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai nilai total Rp26,20 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengonfirmasi bahwa tren kendaraan listrik terus menunjukkan grafik naik dan kini menjadi salah satu pendorong utama ekspansi bisnis industri multifinance nasional.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Danantara Indonesia Rachmat Kaimuddin Kendaraan Listrik

Terpopuler

Sabtu, 03/10/2026 14:10 WIB
News

MK Cari Sutanto, Pejabat yang Teken Suket Gibran

Sabtu, 03/10/2026 00:16 WIB
Humanika

3 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Minggu, 04/10/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

Mengapa Pekan Antariksa Sedunia Diperingati Setiap 4 Oktober?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777