https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menteri Israel Ancam Mesir Kehilangan Sinai jika Serang Israel

Agus Mughni | Selasa, 06/10/2026 16:53 WIB



Apa yang akan membuat Mesir tidak menyerang kami? Pemahaman bahwa jika mereka menyerang kami, setidaknya tidak akan ada Sinai Seorang Badui memimpin unta ke perhentian di jalan setapak menuju puncak Gunung Sinai di St Catherine (FOTO: AP PHOTO)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich melontarkan pernyataan keras terhadap Mesir dengan mengatakan negara itu akan kehilangan Semenanjung Sinai jika menyerang Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari sebelum Mesir memperingati perang 1973 yang menjadi salah satu titik penting dalam sejarah hubungan kedua negara.

Dalam wawancara video dari kediamannya pada Senin (5/10), Smotrich mengatakan ancaman kehilangan Sinai seharusnya menjadi pertimbangan bagi Mesir jika memilih menyerang Israel.

Baca juga :
Menkeu Israel Koar-Koar Bakal Ditangkap Mahkamah Internasional

“Apa yang akan membuat Mesir tidak menyerang kami? Pemahaman bahwa jika mereka menyerang kami, setidaknya tidak akan ada Sinai,” kata Smotrich.

Ia kemudian menegaskan bahwa skenario tersebut menurutnya “tidak akan terjadi lagi”.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada komentar langsung dari otoritas Mesir mengenai ucapan Smotrich.

Pernyataan itu muncul menjelang peringatan Mesir atas perang 1973. Konflik tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang kemudian membuka jalan bagi pengembalian Semenanjung Sinai kepada Mesir setelah bertahun-tahun berada di bawah pendudukan Israel.

Pada Senin, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi juga menyampaikan pernyataan terkait kesiapan angkatan bersenjata negaranya. Ia mengatakan militer Mesir tetap siap mempertahankan negara, sumber daya, dan keamanan nasional “kapan saja dan dalam keadaan apa pun”.

Mesir dan Israel kemudian menandatangani perjanjian damai di Washington, DC, pada Maret 1979. Perjanjian tersebut dicapai setelah Kesepakatan Camp David 1978 dan mengakhiri kondisi perang antara kedua negara sekaligus membuka jalan bagi penarikan Israel dari Semenanjung Sinai.

Perjanjian damai tersebut menjadi dasar hubungan resmi Mesir dan Israel selama puluhan tahun. Salah satu ketentuan pentingnya adalah penarikan Israel dari Sinai, wilayah yang sebelumnya berada di bawah pendudukan Israel.

Karena itu, penyebutan kembali Sinai oleh Smotrich membawa konteks historis yang kuat. Wilayah tersebut bukan hanya memiliki arti strategis bagi Mesir, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses yang mengakhiri perang dan membentuk hubungan resmi kedua negara.

Pernyataan Smotrich juga disampaikan menjelang momen peringatan perang 1973 di Mesir, ketika sejarah konflik dan proses pengembalian Sinai kembali menjadi bagian dari perhatian publik.

Meski hubungan Mesir dan Israel telah ditopang perjanjian damai sejak 1979, pernyataan mengenai kemungkinan konflik dan nasib Sinai kembali memunculkan perhatian terhadap salah satu wilayah paling penting dalam sejarah hubungan kedua negara. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich Semenanjung Sinai Mesir-Israel

Terpopuler

Sabtu, 03/10/2026 14:10 WIB
News

MK Cari Sutanto, Pejabat yang Teken Suket Gibran

Sabtu, 03/10/2026 00:16 WIB
Humanika

3 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Senin, 05/10/2026 18:15 WIB
News

Danantara Pangkas BUMN, Buka Ruang untuk Swasta

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777