https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamentrans: Model Pembangunan Tiongkok Bisa Jadi Inspirasi Bangun Kawasan

Agus Mughni | Kamis, 10/09/2026 21:23 WIB



Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendalami pengalaman pembangunan Tiongkok sebagai bahan pembanding untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam Overseas Seminar on China`s Development Model yang digelar di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta (Foto: Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendalami pengalaman pembangunan Tiongkok sebagai bahan pembanding untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi, pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi kawasan.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan, pengalaman Tiongkok dalam membangun berbagai wilayah dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam mengembangkan kawasan transmigrasi baru.

Namun, kata dia, pembelajaran tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik masyarakat dan wilayah di Indonesia.

Baca juga :
Wamentrans Dorong Malut Cetak Sawah Baru, Maksimalkan Lahan Transmigrasi

“Model pembangunan di Tiongkok bisa menjadi inspirasi dalam membangun kawasan transmigrasi. Meski demikian, meniru model pembangunan Tiongkok harus tetap disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat sehingga di lapangan memberikan banyak perspektif dan alternatif terhadap model-model yang akan dikembangkan," ujar Wamentrans dalam siaran pers diterima di Jakarta, Kamis (10/9).

Sekretaris Jenderal Kementrans Edy Gunawan menambahkan, pengalaman pembangunan Tiongkok penting dipelajari sebagai perspektif pembanding untuk memperkaya wawasan dan pilihan pendekatan dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

Baca juga :
Wamentrans: Transmigran Wajib Ikuti Pelatihan Sebelum Terjun ke Kawasan

Menurutnya, setiap pengalaman dan praktik pembangunan perlu dikaji secara kritis serta disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, potensi, dan kapasitas Indonesia.

“Bagi kita, yang penting bukan meniru model pembangunan Tiongkok secara langsung, tetapi mempelajari prinsip, pengalaman, dan praktik yang telah terbukti, kemudian mengambil hal-hal yang relevan untuk disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, potensi, dan kapasitas Indonesia, khususnya dalam membangun kawasan transmigrasi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Edy.

Baca juga :
Mentrans Dorong Kampus Jadikan Kawasan Transmigrasi Laboratorium Hidup
Diketahui, pendalaman pengalaman pembangunan Tingkok tersebut menjadi fokus Seminar on China’s Development Model yang digelar di Grand Makarti, Kementerian Transmigrasi, Jakarta, pada 11–12 Agustus 2026 lalu.

Salah satu pembahasannya menyoroti reformasi sistem jaminan kesehatan Tiongkok. Prof. Lei Xiaoyan menjelaskan perkembangan skema jaminan kesehatan bagi pekerja perkotaan, masyarakat pedesaan, dan penduduk perkotaan yang tidak bekerja hingga integrasi skema tersebut pada 2016.

Pembahasan memberikan perspektif mengenai pentingnya perluasan akses layanan dasar, penguatan kelembagaan, pengendalian biaya, dan adaptasi kebijakan.

Seminar juga membahas pengalaman perusahaan Tiongkok dalam melakukan ekspansi ke negara lain melalui materi Chinese Companies Going Global: Practice and Policy yang disampaikan Prof. Deng Ziliang. Diskusi mengaitkan investasi dengan pengembangan industri, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta peluang pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Pada hari kedua, Prof. Xu Huayu membahas pengalaman Tiongkok meningkatkan kesehatan masyarakat ketika sumber daya masih terbatas. Salah satu pendekatan yang dipelajari adalah Keep–Upgrade–Integrate , yakni mempertahankan sumber daya yang sudah tersedia, meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan, lalu mengintegrasikannya ke dalam sistem yang lebih baik.

Bagi Kementrans, pendekatan tersebut dinilai relevan sebagai pembelajaran bagi pembangunan kawasan transmigrasi, terutama dalam pemanfaatan sumber daya lokal, penguatan kapasitas masyarakat, dan pemberdayaan berbasis komunitas. Pengalaman Tiongkok menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya dapat dihadapi melalui pendekatan yang pragmatis, adaptif, dan eksperimental sesuai kondisi wilayah.

Selain substansi pembangunan, seminar juga memperkenalkan ISSCAD sebagai institusi pendidikan dan pengembangan kapasitas yang berfokus pada kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang. Program pendidikan dan pelatihan ISSCAD menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kompetensi aparatur dalam bidang kebijakan publik, pembangunan, tata kelola, dan kerja sama pembangunan.

 
 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Pembangunan Tiongkok Kawasan Transmigrasi

Terkini | Kamis, 10/09/2026 23:17 WIB

News

Wamentrans: Model Pembangunan Tiongkok Bisa Jadi Inspirasi Bangun Kawasan

News

KPK Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Terkait Kasus Bupati Bekasi

Gaya Hidup

Makanan Nabati Terbukti Perlambat Penuaan dan Cegah Mati Muda

News

PT BMJ Serahkan Lima Unit Mesin Pemadam Karhutla di Kalbar

News

Legislator Gerindra: Reforma Agraria Jangan Berhenti di Bagi-bagi Tanah

News

Mafirion Desak Pemerintah Selesaikan Kasus Petani Kelapa Inhil

News

Kuwait Kecam Netanyahu Masuk Gunung Hermon, Desak PBB Stop Serangan Israel

News

Legislator PDIP Usul BMKG, Badan Geologi dan BNPB Disatukan

News

Trump Janjikan Uang 5.000 Dolar AS per Warga Jika Republik Kuasai Kongres

Gaya Hidup

PRCI dan EcoSocioTech School Bangun Budaya Menghargai Hak Cipta

Gaya Hidup

Terapi Tertawa Bantu Pasien Paru Obstruktif Kronis Bernapas Lega

News

Dikawal Brimob, Lapas Tangerang Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

News

Pangkalan Militer AS di Yordania Diserang, Jet F-15 dan A-10 Rusak

Warta MPR

Mekanisme Sanggah DTSEN Jangan Korbankan Hak Masyarakat

News

Eks Menpora Dito Tegaskan Yaqut Tak Dilibatkan Bahas Tambahan Kuota Haji

Gaya Hidup

Peneliti Sebut Ada Sebab Misterius Cegah Munculnya Bintang Baru

News

Mensos Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos: Mari Peduli Tetangga

News

Penasihat Senior Peringatkan Trump Konflik Iran Bisa Berlarut hingga 2029

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777