https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mekanisme Sanggah DTSEN Jangan Korbankan Hak Masyarakat

Eko Budhiarto | Kamis, 10/09/2026 19:15 WIB



Mekanisme Sanggah DTSEN Jangan Korbankan Hak Masyarakat Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Kesenjangan antara ambisi negara memiliki data kependudukan akurat dan risiko masyarakat kehilangan akses bantuan saat sistem diperbaiki harus dijawab dengan transparansi dan efektivitas proses validasi.

"Transparansi dan efektivitas proses validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kunci utama untuk menjembatani kesenjangan antara ambisi negara mewujudkan data kependudukan yang akurat dan dampak yang dialami masyarakat," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Kamis (10/9).

Polemik pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menyebabkan perubahan signifikan pada peringkat desil kesejahteraan masyarakat berdampak menggusur hak warga miskin dan rentan atas program perlindungan sosial.

Baca juga :
Johan Rosihan: Stok Beras Tinggi Tapi Harga Naik, Bongkar Rantai Distribusi

Proses validasi data dalam penerapan sistem DTSEN dan mekanisme desil, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, seharusnya menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dalam pembangunan nasional.

Diakui Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, pemerintah telah menetapkan DTSEN sebagai basis data utama untuk berbagai program perlindungan sosial, mencakup 95,3 juta keluarga dan 289,3 juta individu di Indonesia.

Baca juga :
Reforma Agraria Harus Mampu Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Namun, tegas dia, berbagai keluhan masyarakat menunjukkan masih banyak warga yang secara nyata hidup dalam keterbatasan tetapi ditempatkan pada desil tinggi sehingga kehilangan akses bantuan sosial.

Rerie berpendapat bahwa mekanisme validasi data yang dilakukan oleh pemerintah dan bersumber dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait, harus dilakukan dengan langkah-langkah yang terukur, sehingga dampak proses validasi data tersebut tidak mengorbankan hak masyarakat.

Baca juga :
OKI Kecam Israel, HNW: Jatuhkan Sanksi Ekonomi, Putuskan Hubungan Diplomati

Dalam menyikapi kesenjangan tersebut, ujar Rerie, pemerintah telah membuka ruang sanggah bagi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos dan SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

Pada ruang sanggah itu, jelas dia, masyarakat dapat memeriksa status desil dan mengajukan keberatan jika data tidak sesuai dengan kondisi riil.

Proses tersebut, tegas Rerie, menuntut kemudahan akses terhadap aplikasi yang disediakan pemerintah dan proaktif masyarakat dalam melaporkan data yang tidak sesuai.

Sehingga, tambah dia, dibutuhkan sosialisasi masif yang mudah dipahami agar masyarakat luas dapat mengecek dan mengevaluasi status mereka.

"Karena setiap kebijakan pembangunan mesti memiliki target yang jelas, berbasis data yang terukur, dan dapat dievaluasi secara terbuka agar hasilnya dapat mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Rerie.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Terkini | Kamis, 10/09/2026 23:17 WIB

News

Wamentrans: Model Pembangunan Tiongkok Bisa Jadi Inspirasi Bangun Kawasan

News

KPK Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Terkait Kasus Bupati Bekasi

Gaya Hidup

Makanan Nabati Terbukti Perlambat Penuaan dan Cegah Mati Muda

News

PT BMJ Serahkan Lima Unit Mesin Pemadam Karhutla di Kalbar

News

Legislator Gerindra: Reforma Agraria Jangan Berhenti di Bagi-bagi Tanah

News

Mafirion Desak Pemerintah Selesaikan Kasus Petani Kelapa Inhil

News

Kuwait Kecam Netanyahu Masuk Gunung Hermon, Desak PBB Stop Serangan Israel

News

Legislator PDIP Usul BMKG, Badan Geologi dan BNPB Disatukan

News

Trump Janjikan Uang 5.000 Dolar AS per Warga Jika Republik Kuasai Kongres

Gaya Hidup

PRCI dan EcoSocioTech School Bangun Budaya Menghargai Hak Cipta

Gaya Hidup

Terapi Tertawa Bantu Pasien Paru Obstruktif Kronis Bernapas Lega

News

Dikawal Brimob, Lapas Tangerang Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

News

Pangkalan Militer AS di Yordania Diserang, Jet F-15 dan A-10 Rusak

Warta MPR

Mekanisme Sanggah DTSEN Jangan Korbankan Hak Masyarakat

News

Eks Menpora Dito Tegaskan Yaqut Tak Dilibatkan Bahas Tambahan Kuota Haji

Gaya Hidup

Peneliti Sebut Ada Sebab Misterius Cegah Munculnya Bintang Baru

News

Mensos Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos: Mari Peduli Tetangga

News

Penasihat Senior Peringatkan Trump Konflik Iran Bisa Berlarut hingga 2029

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777