https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Terapi Tertawa Bantu Pasien Paru Obstruktif Kronis Bernapas Lega

Mutiul Alim | Kamis, 10/09/2026 20:01 WIB



Terapi tertawa terstruktur dilaporkan dapat membantu penderita penyakit paru obstruktif kronis mengurangi rasa sesak napas dan meningkatkan kualitas hidup. Ilustrasi pasien paru obstruktif kronis (Foto: Earth)

Ankara, Jurnas.com - Terapi tertawa terstruktur dilaporkan dapat membantu penderita penyakit paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease atau COPD) mengurangi rasa sesak napas, dan meningkatkan kualitas hidup. Temuan ini diperoleh melalui uji klinis yang dilakukan oleh para peneliti di Ankara Bilkent City Hospital, Turki.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Goncagul Aldan dari Hacettepe University melacak 63 pasien dewasa yang dibagi ke dalam tiga kelompok uji, yakni kelompok terapi tertawa, kelompok latihan pernapasan bibir (pursed-lip breathing), dan kelompok kontrol.

Dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan secara resmi dalam European Respiratory Journal, kedua kelompok aktif menjalani latihan selama 30 menit sebanyak tiga kali seminggu dalam jangka waktu delapan minggu.

"COPD adalah penyakit paru serius yang membuat penderitanya sulit bernapas. Penderita COPD sering merasa sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas harian yang sederhana. Hal ini menurunkan kualitas hidup mereka dan membuat mereka makin bergantung pada orang lain," ujar Dr. Goncagul Aldan, sebagaimana dikutip dari Earth.

Program terapi tertawa yang diterapkan tidak sekadar menonton tayangan lucu, melainkan melibatkan teknik terstruktur seperti tepuk tangan berirama, latihan vokal, meditasi tertawa spontan, hingga pernapasan tenang dan relaksasi.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pasien pada kelompok terapi tertawa dan latihan pernapasan bibir mengalami penurunan tingkat keparahan sesak napas yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Manfaat penurunan sesak napas ini bahkan tetap bertahan hingga empat minggu setelah program latihan berakhir.

Secara mekanis, gerakan tertawa dinilai mampu melatih otot-otot pernapasan dan membantu penderita mengembuskan napas lebih dalam untuk mengeluarkan udara jebakan di dalam paru-paru. Selain itu, aktivitas tertawa merangsang pelepasan hormon kebahagiaan yang mendukung kenyamanan fisik serta emosional pasien.

Wakil Presiden European Respiratory Society Dr. Marc Miravitlles menilai hasil uji klinis ini sangat menjanjikan sebagai terapi pendamping yang murah dan mudah diakses.

Meski demikian, sejumlah peneliti menegaskan bahwa terapi tertawa tidak menyembuhkan atau memperbaiki kerusakan organ paru-paru secara medis, sehingga harus tetap dikombinasikan dengan pengobatan rutin.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Terapi Tertawa COPD Pengobatan Sesak Napas Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Terkini | Kamis, 10/09/2026 23:17 WIB

News

Wamentrans: Model Pembangunan Tiongkok Bisa Jadi Inspirasi Bangun Kawasan

News

KPK Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Terkait Kasus Bupati Bekasi

Gaya Hidup

Makanan Nabati Terbukti Perlambat Penuaan dan Cegah Mati Muda

News

PT BMJ Serahkan Lima Unit Mesin Pemadam Karhutla di Kalbar

News

Legislator Gerindra: Reforma Agraria Jangan Berhenti di Bagi-bagi Tanah

News

Mafirion Desak Pemerintah Selesaikan Kasus Petani Kelapa Inhil

News

Kuwait Kecam Netanyahu Masuk Gunung Hermon, Desak PBB Stop Serangan Israel

News

Legislator PDIP Usul BMKG, Badan Geologi dan BNPB Disatukan

News

Trump Janjikan Uang 5.000 Dolar AS per Warga Jika Republik Kuasai Kongres

Gaya Hidup

PRCI dan EcoSocioTech School Bangun Budaya Menghargai Hak Cipta

Gaya Hidup

Terapi Tertawa Bantu Pasien Paru Obstruktif Kronis Bernapas Lega

News

Dikawal Brimob, Lapas Tangerang Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

News

Pangkalan Militer AS di Yordania Diserang, Jet F-15 dan A-10 Rusak

Warta MPR

Mekanisme Sanggah DTSEN Jangan Korbankan Hak Masyarakat

News

Eks Menpora Dito Tegaskan Yaqut Tak Dilibatkan Bahas Tambahan Kuota Haji

Gaya Hidup

Peneliti Sebut Ada Sebab Misterius Cegah Munculnya Bintang Baru

News

Mensos Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos: Mari Peduli Tetangga

News

Penasihat Senior Peringatkan Trump Konflik Iran Bisa Berlarut hingga 2029

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777