Ilustrasi muslimah sedang berdoa (Foto: Pexels/Thridman)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap manusia tidak luput dari kekhilafan, namun perbuatan dosa sering kali terjadi karena ketidaktahuan atau kebiasaan yang sudah dianggap wajar oleh lingkungan sosial.
Bagi kaum muslimah, tren gaya hidup dan pola interaksi pergaulan kerap mengaburkan batasan syariat. Hal ini membuat beberapa larangan agama justru dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya perasaan bersalah.
Beberapa perbuatan yang sering kali dianggap sepele namun sejatinya mendatangkan dosa bagi seorang muslimah meliputi:
1. Tabarruj (Berhias Berlebihan di Area Publik)
Tabarruj adalah tindakan menampakkan kecantikan, perhiasan, atau bentuk tubuh kepada laki-laki yang bukan mahramnya.
Saat ini, tabarruj sering tidak disadari saat seorang muslimah mengenakan hijab namun dengan pakaian yang ketat, transparan, atau menggunakan riasan wajah yang sangat mencolok saat keluar rumah.
Islam memerintahkan wanita untuk menutup aurat dengan sempurna agar kehormatannya terjaga, bukan sekadar membungkus tubuh namun tetap memperlihatkan lekuk tubuh (berpakaian tapi telanjang).
2. Memakai Wewangian Semerbak di Luar Rumah
Menggunakan parfum atau wewangian dengan aroma menyengat saat keluar rumah hingga tercium oleh laki-laki non-mahram merupakan larangan keras dalam Islam.
Rasulullah SAW mengibaratkan wanita yang sengaja memakai wangi-wangian agar baunya tercium oleh laki-laki lain di jalan raya atau tempat umum seperti perbuatan zina mata penciuman.
Wewangian bagi muslimah di luar rumah cukuplah yang bisa menghilangkan bau badan, bukan yang memancing perhatian.
3. Mencukur atau Mencabut Alis Demi Estetika
Tren kecantikan sering kali mendorong wanita untuk merapikan, mencukur, atau mencabut bulu alis (karena dianggap berantakan) lalu melukisnya kembali agar terlihat presisi.
Dalam Islam, tindakan mencabut bulu alis (namsh) merupakan perbuatan yang terlaknat karena termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah SWT.
Kecuali jika ada kondisi medis tertentu, membiarkan alis tumbuh alami adalah kewajiban yang sering diabaikan demi tuntutan kecantikan fisik semata.
4. Ghibah Berkedok Curhat
Interaksi sosial kaum wanita sangat rentan tergelincir pada ghibah (menggunjing) atau namimah (adu domba). Dosa ini sering kali menyelinap tanpa disadari melalui sesi "curhat" bersama teman-teman atau dalih "berbagi informasi".
Menceritakan keburukan orang lain, baik di dunia nyata maupun di grup obrolan media sosial, sama halnya dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri, dan ini merupakan dosa besar yang perlahan menggerus pahala amal kebaikan.
5. Mengingkari Kebaikan Suami (Kufur Nikmat)
Dalam kehidupan rumah tangga, ketidakpuasan sering kali membuat seorang istri melupakan kebaikan yang telah diberikan suaminya selama bertahun-tahun hanya karena satu kesalahan atau kekurangan.
Rasulullah SAW memperingatkan bahwa salah satu penyebab banyaknya wanita di neraka adalah sifat kufur al-`asyir, yakni mudah mengingkari kebaikan suami dan sering mengeluh.
Menjaga lisan dari keluhan berlebih dan mensyukuri nafkah serta perhatian suami adalah tameng dari dosa ini.
Kamis, 10/09/2026 17:56 WIB
Kamis, 10/09/2026 16:58 WIB
Kamis, 10/09/2026 16:47 WIB