https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Skrining Mandiri Tekan Risiko Kematian Kanker Usus Besar 43 Persen

Mutiul Alim | Kamis, 10/09/2026 15:01 WIB



Penelitian terbaru menemukan bahwa program skrining mandiri mampu menekan risiko kematian akibat kanker usus besar hingga 43 persen. Alat tes feses untuk mendeteksi kanker usus besar (Foto: Earth)

Stockholm, Jurnas.com - Penelitian terbaru menemukan bahwa program skrining mandiri mampu menekan risiko kematian akibat kanker usus besar hingga 43 persen. Studi yang dilakukan oleh tim ahli dari Karolinska Institutet dan Universitas Umea di Swedia ini melacak perkembangan kesehatan 376.511 partisipan selama 14 tahun.

Sistem pemeriksaan ini dilakukan dengan mengirimkan alat tes sampel feses secara gratis melalui pos kepada warga berusia 60 hingga 74 tahun untuk mendeteksi jejak darah tersembunyi.

"Dari perspektif kesehatan masyarakat, ini menyoroti tantangan utama, yakni program pemeriksaan hanya dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang berpartisipasi," kata konsultan bedah senior sekaligus associate professor di Karolinska Institutet, Johannes Blom, dikutip dari Earth.

"Undangan itu penting karena menciptakan kesempatan untuk ikut serta, tetapi manfaat penurunan angka kematian terutama didorong oleh partisipasi pemeriksaan secara nyata," dia menambahkan.

Penelitian mengungkapkan bahwa sekadar menerima surat undangan pemeriksaan tanpa mengembalikan sampel feses saja sudah berkorelasi dengan penurunan risiko kematian sebesar 26 persen. Namun, manfaat kesehatan maksimal dirasakan oleh warga yang secara aktif mengirimkan kembali sampel alat tes ke laboratorium.

Meskipun layanan pemeriksaan ini disediakan tanpa pemungutan biaya dan prosedur pengambilannya tergolong sederhana, sekitar sepertiga penerima alat tes dilaporkan tidak pernah mengembalikan sampel mereka. Pihak peneliti mencatat bahwa penyederhanaan metode tes pada 2015 menggunakan teknologi antibodi telah berhasil meningkatkan partisipasi warga hingga 10 persen.

Peneliti juga menyoroti bahwa warga yang rajin mengembalikan alat tes cenderung memiliki pola hidup lebih sehat. Oleh karena itu, edukasi lanjutan dinilai sangat krusial guna menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Hambatan lain yang ditemukan dalam studi ini adalah adanya 13 persen partisipan dengan hasil tes positif yang tidak melanjutkan prosedur kolonoskopi susulan. Padahal, pengabaian tindakan kolonoskopi dapat meningkatkan risiko bahaya kanker usus besar hingga empat kali lipat.

Hasil studi ilmiah ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal medis JAMA Network Open.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Skrining Kanker Usus Deteksi Dini Feses Pencegahan Kanker Usus Besar

Terkini | Kamis, 10/09/2026 18:12 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777