Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan. (Foto: Net)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Junico yang pernah cukup lama berkecimpung di dunia media dan penyiaran mengatakan, setiap informasi dan tayangan yang diterima masyarakat merupakan hasil kerja banyak orang yang berada di balik layar.
Menurutnya, para jurnalis dan kru media kerap harus berhadapan dengan berbagai risiko ketika menjalankan tugas, sementara keluarga menunggu mereka kembali ke rumah.
“Di balik setiap gambar yang sampai kepada publik, ada kru yang bekerja, menghadapi risiko, dan memiliki keluarga yang menunggu mereka pulang,” kata Junico dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).
Junico berharap operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan dapat berjalan optimal sehingga seluruh anggota rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Dia juga meminta pihak berwenang memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian secara berkala kepada keluarga.
Untuk mempercepat proses pencarian, Junico mendorong tim SAR gabungan dan pemerintah mengintegrasikan seluruh informasi yang tersedia. Mulai dari posisi terakhir rombongan, jejak komunikasi, kondisi arus dan cuaca, hingga keterangan keluarga, rekan kerja, operator kapal, dan masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda.
“Setiap petunjuk mengenai kemungkinan lokasi mereka, termasuk permintaan pencarian di sekitar Pulau Sertung, perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim SAR sesuai penilaian operasi,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan pencarian, Junico meminta pemerintah menunjuk satu penghubung resmi yang bertugas mendampingi keluarga korban.
Menurutnya, keluarga perlu mendapatkan informasi secara berkala mengenai perkembangan pencarian, wilayah yang telah disisir, kendala yang dihadapi tim di lapangan hingga rencana operasi berikutnya.
Informasi tersebut, kata Junico, harus disampaikan dengan bahasa yang jelas sekaligus penuh empati agar keluarga tidak menghadapi ketidakpastian seorang diri.
“Dalam situasi seperti ini, keluarga korban membutuhkan lebih dari sekadar pembaruan informasi. Mereka membutuhkan kepastian bahwa setiap petunjuk diperiksa, setiap kemungkinan ditelusuri, dan negara terus bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Junico juga meminta perusahaan media tempat para jurnalis bekerja turut dilibatkan dalam proses penanganan. Hal itu penting agar tanggung jawab perusahaan terhadap para pekerja dan keluarganya dapat dipenuhi secara utuh.
“Perusahaan media tempat para jurnalis bekerja juga perlu dilibatkan agar tanggung jawab terhadap pekerja dan keluarganya dapat dipenuhi secara utuh,” katanya.
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten terus mengoptimalkan operasi SAR untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung pencarian dari udara.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, helikopter tersebut berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB.
“Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran-Pantai Carita-BPBD Banten-Helipad/JIExpo Kemayoran,” kata Al Amrad.
Kamis, 10/09/2026 17:56 WIB
Kamis, 10/09/2026 16:58 WIB
Kamis, 10/09/2026 16:47 WIB