Panti asuhan di Aljazair (Foto: AFP)
Algiers, Jurnas.com - Sebuah panti asuhan terbakar di ibu kota Aljazair pada Kamis (16/7) kemarin, dan menewaskan 11 orang termasuk anak-anak. Petugas keamanan menemukan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh percikan api listrik dari sebuah unit pendingin ruangan (AC).
Seorang pengasuh berusia 52 tahun termasuk di antara korban tewas, kata polisi dalam keterangan pada Jumat (17/7), namun masih belum jelas berapa banyak anak yang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune mengunggah pesan secara daring bahwa beberapa anak telah meninggal dunia. Namun, pihak berwenang belum mengungkapkan usia para korban.
Menurut laporan dari lembaga pertahanan sipil Aljazair yang dikutip AFP, 19 orang lainnya terluka dalam kebakaran tersebut. Para ahli forensik menetapkan bahwa kobaran api berasal dari sebuah AC yang menyala terus-menerus saat Aljazair dilanda gelombang panas.
Dikatakan, hampir seribu kebakaran telah terjadi di wilayah utara negara itu selama sepekan terakhir, dan sebagian besar di antaranya telah berhasil dikendalikan. Seorang pekerja kota sebelumnya juga tewas saat berjuang memadamkan api di provinsi utara Setif.
Setiap musim panas, wilayah utara Aljazair selalu dilanda kebakaran hutan, sebuah fenomena yang semakin diperburuk oleh kondisi kekeringan dan perubahan iklim.
Rentetan kebakaran ini telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa tahun terakhir dan menghancurkan ribuan hektare hutan maupun lahan pertanian, beserta dengan banyak rumah penduduk.