Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, berbicara dalam konferensi pers di Istanbul, Turki, 26 Juli 2025. REUTERS
Kyiv, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menekankan posisi Ankara yang tidak ingin melihat perang Ukraina menyebar lebih jauh ke Laut Hitam. Hal ini disampaikan dalam sebuah kunjungan ke Kyiv untuk mendorong upaya-upaya mediasi.
Ukraina dan Rusia berulang kali menyerang kapal satu sama lain di Laut Hitam, jalur air yang sangat penting bagi ekspor kedua negara, di sepanjang konflik sejak Februari 2022.
"Kami tidak ingin perang ini meluas ke Laut Hitam," ujar Menlu Turki dikutip dari AFP pada Kamis (16/7).
"Sama sekali tidak ada penjelasan bagi sebuah perang di Eropa untuk terus berlanjut selama lima tahun di abad ke-21. Kita lebih membutuhkan perdamaian daripada sebelumnya," dia menambahkan.
Turki menjadi tuan rumah bagi beberapa putaran pembicaraan antara Ukraina dan Rusia pada awal perang dan sekali lagi pada 2025. Pertemuan-pertemuan tersebut hanya menghasilkan pertukaran tahanan berskala besar, yang memang sudah berlangsung.
Fidan, yang bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia bulan lalu, mengatakan bahwa Turki siap untuk menjadi tuan rumah perundingan di masa mendatang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelensky siap untuk bertemu dengan Putin di Turki.
Padahal, pemimpin Kremlin tersebut telah berulang kali menolak untuk bertemu Zelensky hingga ada sebuah kesepakatan yang disetujui untuk mengakhiri perang.
Pembicaraan yang dipimpin oleh AS telah mengalami kebuntuan dan kedua belah pihak masih memiliki perbedaan yang sangat jauh dalam menentukan persyaratan-persyaratan perdamaian mereka.