https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lestari: Ambil Langkah Konkret dan Terukur, Tekan Jumlah Anak Perokok

Eko Budhiarto | Jum'at, 03/07/2026 20:36 WIB



Lestari: Ambil Langkah Konkret dan Terukur, Tekan Jumlah Anak Perokok Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Upaya menekan jumlah anak merokok membutuhkan langkah nyata bersama yang terukur, dimulai dari lingkungan keluarga.

"Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Jumat (3/7).

Data Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation mengungkap bahwa sepanjang 2025, tercatat 2,03 juta anak remaja di Indonesia menghabiskan Rp4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Angka Anak tidak Sekolah Harus Diatasi dengan Tepat

Angka itu, ujar Lestari, bukan sekadar statistik, tetapi alarm krisis yang mengancam masa depan generasi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi perokok usia 10-18 tahun tercatat 7,4%. Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, angka itu masih lebih tinggi daripada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 sebesar 5,4%.

Baca juga :
MPR Goes to Campus, Eddy: Ketahanan Energi Adalah Mandat Konstitusi

"Catatan ini harus segera ditindaklanjuti bersama semua pihak dengan langkah nyata, agar target yang telah ditetapkan benar-benar bisa direalisasikan," tegas Anggota Komisi X DPR RI itu.

Rerie menilai, sejumlah upaya teknis yang dilakukan pemerintah untuk mencegah dan menekan penjualan rokok ke anak dan remaja, patut diapresiasi.

Baca juga :
Marinus Gea: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan

Menurut Rerie, upaya sosialisasi meningkatkan kesadaran mengenai bahaya tembakau dan nikotin sejak dini menuntut dukungan kolaborasi lintas sektor.

Rerie berpendapat bahwa langkah terpenting yang harus dilakukan adalah penguatan pemahaman penerapan pola hidup sehat sejak lingkungan keluarga dan pendidikan.

"Kebiasaan baik harus dimulai dari lingkungan keluarga. Para orang tua harus mampu mengedukasi anak sejak dini agar penerapan pola hidup sehat menjadi keseharian keluarga dan masyarakat," ujar Rerie.

Rerie menegaskan, menyelamatkan anak dari bahaya rokok adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Anak Perokok

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777