Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Taufiq R. Abdullah. (Foto: EMedia DPR)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara Eropa yang tengah dilanda gelombang panas ekstrem.
Menurut Taufiq, kondisi cuaca ekstrem yang telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian di sejumlah negara Eropa harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk meningkatkan langkah antisipatif terhadap WNI di wilayah terdampak.
“Gelombang panas ekstrem ini sudah menelan ribuan korban jiwa menurut data WHO. Ini adalah alarm keras,” kata Taufiq dalam keterangannya, Rabu (1/7).
Ia menegaskan Kemlu harus bersikap proaktif melalui seluruh perwakilan RI di Eropa dengan terus memantau kondisi WNI dan tidak menunggu hingga muncul korban dari Indonesia.
“Kemlu wajib proaktif memantau kondisi WNI di wilayah terdampak melalui seluruh perwakilan. Jangan tunggu ada korban dari warga kita baru sibuk bertindak,” ujarnya.
Taufiq juga mendorong Kemlu segera menginstruksikan seluruh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Eropa untuk membuka posko siaga atau hotline darurat yang beroperasi selama 24 jam.
Selain itu, ia meminta seluruh perwakilan RI melakukan pembaruan data WNI di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi terdampak gelombang panas, sekaligus memberikan pendampingan apabila terdapat WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan memperoleh layanan medis.
“KBRI dan KJRI perlu segera memperbarui pendataan WNI di wilayah-wilayah kritis. Buka posko siaga yang aktif 24 jam penuh. Jika ada WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses rumah sakit setempat, perwakilan RI harus hadir mendampingi dan memfasilitasi,” tegasnya.
Seperti diketahui, Prancis bersama sejumlah negara Eropa lainnya tengah menghadapi lonjakan suhu ekstrem yang meningkatkan risiko kematian akibat heatstroke atau sengatan panas serta dehidrasi akut. Kondisi tersebut dinilai paling berisiko bagi kelompok rentan, termasuk pekerja luar ruangan, pelajar, mahasiswa, dan pekerja migran Indonesia yang berada di kawasan tersebut.
Taufiq berharap langkah-langkah mitigasi dapat segera dilakukan agar seluruh WNI di Eropa memperoleh perlindungan maksimal selama gelombang panas ekstrem masih berlangsung.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB