Moda trasnportasi umum di Jakarta di era kolonialisme (Foto: Wikipedia)
Jakarta, Jurnas.com - DKI Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pusat roda perekonomian dan pemerintahan nasional, melainkan juga sebuah wilayah dengan rekam jejak historis yang panjang.
Di balik modernisasi dan padatnya lanskap urban, kota ini menyimpan berbagai fakta unik dari lintasan sejarah hingga kondisi geografisnya.
Berikut ini lima fakta menarik mengenai Jakarta yang menyajikan sudut pandang komparatif dari masa ke masa:
1. Perubahan Nama Resmi Sebanyak 13 Kali
Sebelum mantap menggunakan nama Jakarta, ibu kota Indonesia ini tercatat telah berganti nama sebanyak 13 kali seiring dengan pergantian kekuasaan. Pada abad ke-14, kawasan ini dikenal sebagai Sunda Kelapa di bawah otoritas Kerajaan Pajajaran.
Pasca-penaklukan oleh Fatahillah pada tahun 1527, namanya diubah menjadi Jayakarta. Memasuki era kolonialisme Belanda, kota ini berganti nama menjadi Batavia.
Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, namanya diubah menjadi Djakarta Tokubetsu Shi, sebelum akhirnya disesuaikan menjadi Jakarta setelah masa kemerdekaan.
2. Titik Nol Kilometer Asli Bukan di Monas
Banyak anggapan umum menilai bahwa titik nol kilometer Jakarta berada di Monumen Nasional (Monas). Namun, berdasarkan catatan tata kota sejarah, titik pusat acuan geografis Jakarta yang asli terletak di Menara Syahbandar, kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara.
Menara yang dibangun pada tahun 1839 ini dahulunya berfungsi sebagai menara pengawas bagi kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Batavia sekaligus sebagai tugu titik nol kilometer pada era Hindia Belanda.
3. Kota dengan Tingkat Penurunan Muka Tanah Tercepat
Secara geografis, Jakarta dikategorikan sebagai salah satu kota pesisir dengan laju penurunan muka tanah (land subsidence) tercepat di dunia.
Berdasarkan data pemantauan geodesi, wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan rata-rata antara 5 hingga 10 sentimeter per tahun.
Fenomena ini dipicu oleh beban infrastruktur bangunan yang masif, kondisi tanah aluvial yang masih muda, serta tingginya tingkat ekstraksi air tanah dalam secara terus-menerus.
4. Memiliki Kepulauan Tersembunyi di Utara
Meskipun identik dengan kemacetan dan polusi udara khas daratan metropolitan, Jakarta memiliki wilayah administrasi berupa kabupaten kepulauan, yaitu Kepulauan Seribu.
Terbentang di Laut Jawa sebelah utara Jakarta, kawasan ini terdiri dari sekitar 110 pulau kecil yang difungsikan sebagai zona konservasi taman nasional laut, situs warisan sejarah kolonial (seperti Pulau Onrust), serta pusat wisata bahari.
5. Koleksi Diorama Terbanyak di Bawah Cawan Monas
Monumen Nasional (Monas) tidak hanya menawarkan pemandangan lanskap kota dari tugu puncaknya. Di bagian dasar monumen, tepatnya di dalam ruangan seluas 80x80 meter, terdapat Museum Sejarah Nasional.
Ruangan ini menyimpan sedikitnya 48 diorama jendela peraga yang menampilkan kronologi visual sejarah Indonesia sejak zaman manusia purba, masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, era perlawanan kolonial, hingga masa pembangunan Orde Baru.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB