Ketua DPR RI Puan Maharani (dua dari kanan). (Foto: Humas DPR)
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta agar pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) lebih difokuskan pada pembekalan manajerial dibandingkan latihan dasar kemiliteran.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan merespons evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) SPPI setelah adanya sejumlah peserta yang meninggal dunia.
“Sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan,” kata Puan kepada wartawan usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).
Puan juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya sejumlah peserta SPPI selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius agar tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujarnya.
Ia menegaskan DPR RI akan mengawal proses evaluasi yang dilakukan pemerintah agar berjalan secara menyeluruh dan menghasilkan perbaikan terhadap pola pelatihan.
“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan memutuskan menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran bagi peserta SPPI calon pengelola KDKMP dan KNMP. Kebijakan tersebut diambil menyusul evaluasi yang dilakukan setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, mengatakan pendekatan pelatihan kini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, menggantikan konsep latsarmil.
“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” ujar Rico.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terhadap sistem pembelajaran. Seiring perubahan itu, porsi kegiatan fisik dan materi yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi, sementara pembekalan manajerial akan diperkuat guna mendukung tugas para peserta sebagai pengelola Koperasi Merah Putih.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB