https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

16 Ton Ranjungan dari Kawasan Transmigrasi Tembus AS, Wamentrans Senang

Agus Mughni | Selasa, 30/06/2026 13:31 WIB



Saya merasa senang dari kawasan transmigrasi potensi rajungan berhasil dikelola dengan baik hingga akhirnya komoditas ini dilepas untuk diekspor ke Amerika Seri Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam acara Ekspor Rajungan Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi di Kawasan Industri Gresik (KIG), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6). (Foto: Humas Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengaku senang sejumlah kawasan transmigrasi berhasil mengelola ranjungan hingga mengekspor belasan ton komoditas tersebut ke Amerika Serikat (AS).

“Saya merasa senang dari kawasan transmigrasi potensi rajungan berhasil dikelola dengan baik hingga akhirnya komoditas ini dilepas untuk diekspor ke Amerika Serikat,” ujar Wamentrans Viva Yoga saat memberi sambutan dalam acara ‘Ekspor Rajungan Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi’ di Kawasan Industri Gresik (KIG), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6).

Total rajungan yang diekspor berasal dari berbagai kawasan transmigrasi di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat, serta dari Kabupaten Lamongan dan Gresik ini mencapai 16 ton dengan nilai sekitar Rp14 miliar hingga Rp16 miliar.

Baca juga :
Mentrans Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan Transmigrasi Muaro Jambi

Dalam ekspor rajungan, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersinergi dengan Aruna, perusahaan industri perikanan. Perusahaan melakukan ekspor dua kali setiap bulan dan masih membutuhkan tambahan pasokan karena permintaan pasar terus meningkat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Aruna sebagai offtaker. Hadirnya Aruna mampu menjembatani warga transmigran sebagai pelaku usaha dengan pasar global” kata Wamen Viva Yoga.

Baca juga :
Mentrans Sebut Kawasan Transmigrasi Siap jadi Lumbung Pangan dan Energi

Dari sinergi inilah mampu memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi transmigran dan masyarakat lain yang menempati kawasan transmigrasi. Kawasan transmigrasi mampu ekspor rajungan karena pengembangan kawasan disesuaikan dengan potensi wilayah dan daerah.

“Masing-masing kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan”, ungkap Viva Yoga.

Baca juga :
Legislator Golkar: Perdamaian AS-Iran Dapat Perkuat Stabilitas Pasar Global

Masing-masing kawasan dikembangkan secara khusus sehingga melahirkan beragam potensi. Semisal kawasan transmigrasi yang berada di Jambi dikembangkan perkebunan sawit, Sumatera Selatan kawasan tanaman pangan, Sulawesi Tengah untuk pengembangan durian, kopi dan coklat.

Dirinya senang permintaan rajungan dari negara lain masih terbuka lebar sehingga warga transmigran bisa lebih meningkatkan usaha dan produksi. Dari pihak offtaker mendorong agar program transmigrasi dilakukan lagi  agar menambah pelaku usaha di sektor perikanan khususnya rajungan agar komoditas ini semakin meningkat dan memenuhi keinginan pasar global.

“Bila aktivitas berlanjut dan berkembang volumenya, ada kemungkinan untuk dibangun pabrik pengelolaan rajungan di kawasan transmigrasi seperti di Gresik ini”, ujarnya.

Industrialisasi di kawasan transmigrasi menurut Viva Yoga sangat memungkinkan untuk dilakukan. Dikatakan di kawasan transmigrasi Melolo yang ada di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, di sana ada pabrik gula yang bernama Sumba Manis.

"Di sana mampu mensejahterakan transmigran dan masyarakat. Industrialisasi dan hilirisasi bisa dikembangkan di kawasan-kawasan transmigrasi sesuai dengan komoditas unggulannya", ujarnya.

Diungkap, ekspor komoditas unggulan yang lain juga pernah dilakukan. Beberapa waktu lalu Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan pelepasan ekspor durian ke Cina dengan nilai Rp42,5 miliar. Durian sebanyak 459 ton itu berasal dari transmigran Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Mengembangkan komoditas unggulan hingga membuka pasar seluas-luasnya, termasuk ekspor, menurut Viva Yoga merupakan komitmen Kementrans. Kementerian ini sepenuh hati mendorong berbagai program dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Dari tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan komoditas lainnya Kita kembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan transmigran dan masyarakat yang menempati kawasan transmigras”, kata Wamen Viva Yoga.

“Sesungguhnya potensi produk unggulan di kawasan transmigrasi sangat banyak, tinggal dihubungkan dengan pasar global”, tambahnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam acara itu mengatakan ekspor rajungan ke Amerika Serikat ini merupakan momentum yang sangat membahagiakan.

“Hari ini kita lepas dua (truk) container, mudah-mudahan selanjutnya lima (container)”, harapnya

Fandi menambahkan Pemkab Gresik menyambut baik ekspor ini. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastiannya namun hari ini dari Gresik mampu menuju pasar dunia, khususnya Amerika Serikat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Ekspor Ranjungan Kawasan Transmigrasi Amerika Serikat

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777