Ilustrasi - Hari Asteriod Sedunia setiap 30 Juni, ini sejarahnya (Foto: Getty Images/iStockphoto/buradaki)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 30 Juni, komunitas global memperingati Hari Asteroid Sedunia (International Asteroid Day) sebagai momen refleksi mengenai potensi ancaman nyata dari luar angkasa serta pentingnya pertahanan planet (planetary defence).
Pemilihan tanggal ini merujuk langsung pada Peristiwa Tunguska (Tunguska Event) yang terjadi pada 30 Juni 1908 di Siberia, Rusia.
Kala itu, sebuah asteroid atau komet berdiameter puluhan meter meledak di atmosfer dengan energi setara 10 hingga 15 megaton TNT, yang seketika meratakan lebih dari 80 juta pohon di area hutan seluas 2.150 kilometer persegi.
Peristiwa hantaman benda langit terbesar dalam sejarah modern inilah yang menjadi pemantik kesadaran para ilmuwan global akan pentingnya mendeteksi objek-objek kosmis yang mengarah ke Bumi.
Sadar akan risiko tersebut, pada tahun 2014, beberapa tokoh penting termasuk astrofisikawan sekaligus gitaris band Queen Dr. Brian May, astronot Apollo 9 Rusty Schweickart, dan produser film Grigorij Richters, menginisiasi gerakan Asteroid Day.
Gerakan edukasi ini mendapat respons positif di tingkat internasional hingga puncaknya pada Desember 2016, ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengesahkan resolusi yang menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid Internasional untuk diperingati secara global di bawah naungan PBB.
Di balik seremoninya, Hari Asteroid Sedunia membawa makna mendalam untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong kolaborasi lintas negara dalam memetakan ribuan Objek Dekat Bumi (Near-Earth Objects) yang berpotensi bahaya.
Peringatan ini menegaskan bahwa ancaman dari langit bukanlah sekadar fiksi ilmiah, melainkan risiko nyata yang membutuhkan akselerasi teknologi deteksi dini.
Melalui momentum ini pula, dunia merayakan berbagai pencapaian teknologi pertahanan planet, seperti keberhasilan misi DART (Double Asteroid Redirection Test) milik NASA yang membuktikan manusia kini mampu mengubah jalur orbit asteroid, sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan Bumi adalah tanggung jawab global yang terintegrasi.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB