https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menatap Riwayat Kota Tua Jakarta di Era Kolonial

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 30/06/2026 15:01 WIB



Pada masa kejayaannya, Kota Tua Jakarta atau Batavia Lama memiliki fungsi yang sangat spesifik dan vital bagi pemerintahan kolonial Hindia Belanda Kota Tua, salah satu ikon di Jakarta (Foto: Vaza/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jakarta yang dipadati gedung pencakar langit, kawasan Kota Tua berdiri anggun sebagai sebuah kapsul waktu.

Di balik dinding-dinding kokoh berarsitektur Eropa yang kini menjadi destinasi wisata, tersimpan narasi panjang tentang sebuah bandar udara yang pernah menjadi salah satu pusat gravitasi ekonomi paling berpengaruh di belahan bumi selatan.

Kawasan seluas 1,3 kilometer persegi yang melintasi Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini bukan sekadar peninggalan estetis, melainkan saksi bisu dari ambisi besar kolonialisme yang mengubah peta perdagangan dunia.

Baca juga :
Menelusuri Sejarah Perkembangan Ondel-ondel di Jakarta

Sejarah Kota Tua tidak bisa dilepaskan dari hancurnya Kota Jayakarta pada tahun 1619. Di bawah komando Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, Jayakarta dibumihanguskan untuk kemudian dibangun kembali sebuah kota baru yang dinamai Batavia.

Dirancang menyerupai kota-kota di Belanda, Batavia dibangun lengkap dengan jaringan kanal untuk mengantisipasi banjir sekaligus sebagai jalur transportasi air. Sejak saat itulah, kawasan yang kini kita kenal sebagai Kota Tua mulai mengambil peran sentralnya.

Baca juga :
Menelusuri Jejak Kejayaan Kereta Kota Jakarta dari Masa ke Masa

Pada masa kejayaannya, Kota Tua Jakarta atau Batavia Lama memiliki fungsi yang sangat spesifik dan vital bagi pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Berikut ini beberapa kegunaan utama kawasan ini di masa lalu:

- Pusat Administrasi dan Pemerintahan Tertinggi

Baca juga :
Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota

Gedung Museum Fatahillah yang megah saat ini dulunya adalah Stadhuis (Balai Kota Batavia). Dibangun pada tahun 1710, gedung ini berfungsi sebagai pusat pengendalian seluruh wilayah administratif Hindia Belanda.

Di tempat inilah keputusan-keputusan politik diambil, pengadilan sipil dijalankan, dan hukum ditegakkan—termasuk keberadaan penjara bawah tanah yang menjadi tempat penahanan para tahanan perang dan pemberontak.

- Jantung Perdagangan dan Logistik Global

Karena posisinya yang strategis di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa, Kota Tua berfungsi sebagai hub perdagangan internasional. VOC menjadikan kawasan ini sebagai gudang utama penyimpanan rempah-rempah berharga seperti pala, cengkih, dan lada sebelum dikapalkan ke Eropa.

Bangunan seperti Galangan Kapal VOC dan gudang-gudang besar di tepi Sungai Ciliwung menjadi saksi bagaimana arus logistik dunia bermuara di sini.

- Pusat Finansial dan Perbankan

Memasuki abad ke-19 dan ke-20, fungsi Kota Tua bergeser menjadi pusat keuangan modern. Kawasan Kali Besar menjadi "Wall Street" Asia Tenggara pada masanya.

Gedung-gedung megah bergaya Art Deco yang kini berdiri di sepanjang jalan tersebut dulunya merupakan kantor bank-bank raksasa, seperti Nederlandsche Handel-Maatschappij (kini Museum Mandiri) dan The Chartered Bank (kini Bank Mandiri Jembatan Batu), yang mengatur sirkulasi modal dan investasi perkebunan di seluruh Nusantara.

- Benteng Pertahanan Militer

Pada awal pembangunannya, Kota Tua dirancang sebagai kota benteng (kasteel). Dikelilingi oleh tembok tinggi dan parit, kawasan ini berfungsi sebagai basis pertahanan militer VOC untuk menghalau serangan dari luar, baik dari kerajaan-kerajaan lokal seperti Mataram dan Banten, maupun dari armada laut negara Eropa pesaing seperti Inggris.

Seiring perkembangan zaman dan merebaknya penyakit di dalam kota yang padat pada abad ke-18, pusat pemerintahan perlahan dipindahkan ke arah selatan (kawasan Weltevreden, sekarang Lapangan Banteng dan Monas). Meski demikian, Kota Tua tetap mempertahankan fungsinya sebagai pusat bisnis hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kota Tua Hindia Belanda Sejarah Kota Tua Sejarah Jakarta

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777