https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Niat Puasa Asyura Juni 2026 Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya

Agus Mughni | Kamis, 25/06/2026 07:46 WIB



Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam Ilustrasi - Keutamaan dan Panduan Puasa Asyura yang Perlu Kamu Tahu (Foto: Pexels/khats cassim)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini memiliki keutamaan besar, yakni dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, puasa Asyura atau 10 Muharram 1448 H dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Penetapan tersebut sejalan dengan kalender yang digunakan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal. Namun, terdapat perbedaan dengan penetapan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga :
Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram 2026, Menghapus Dosa Setahun Lalu

Menurut kalender NU, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Artinya, warga NU diperkirakan melaksanakan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.

Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Bulan ini memiliki banyak keutamaan, terutama pada hari kesepuluh yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Baca juga :
Menilik Keutamaan Puasa Tasu`a, Penyempurna Ibadah di Bulan Muharram

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan, "Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu."

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Puasa ini juga menjadi momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga :
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura Beserta Artinya

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa pada 9 Muharram atau Tasu`a. Anjuran tersebut bertujuan membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharram.

Rasulullah SAW bersabda, "Kalau aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu`a)." (HR Muslim).

Namun, Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram berikutnya tiba. Karena itu, para ulama menganjurkan agar puasa Asyura dilengkapi dengan puasa Tasu`a pada 9 Muharram dan bila memungkinkan ditambah puasa pada 11 Muharram.

Meski demikian, ulama mazhab Syafi`i menegaskan bahwa berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram tetap diperbolehkan. Hal itu dijelaskan dalam kitab Fathul Mu`in karya Syekh Zainuddin Al-Malibari.

"Tidak apa-apa mengamalkan puasa Asyura saja," tulis Syekh Zainuddin. Dengan demikian, umat Islam yang hanya mampu berpuasa sehari tetap memperoleh pahala besar.

Niat Puasa Asyura

Dalam Islam, niat menjadi dasar utama setiap ibadah. Niat puasa Asyura yang umum dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma `Āsyūrā-a lillāhi ta`ālā

Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta`ala."

Niat tersebut dapat diucapkan sejak setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Jika lupa berniat pada malam hari, mazhab Syafi`i memperbolehkan niat puasa sunnah dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun niat puasa Asyura pada pagi hari adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الْعَاشُورَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hādzal yaumi `an adā`i sunnatil `āsyūrā`i lillāhi ta`ālā

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura hari ini karena Allah SWT."

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki kualitas spiritual. Umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur`an, bersedekah, serta menahan amarah selama menjalankan ibadah tersebut.

Hari Asyura juga memiliki nilai sejarah penting dalam Islam. Pada hari itu, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut. Rasulullah SAW kemudian melanjutkan tradisi itu sebagai bentuk penghormatan kepada para nabi terdahulu.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Karena itu, puasa Asyura menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan meningkatkan ketakwaan.

Dengan memahami makna, tata cara, dan keutamaan puasa Asyura, umat Islam dapat menyambut 10 Muharram bukan sekadar sebagai tradisi, melainkan sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. (*)

Wallohu`alam

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Puasa Asyura Puasa 10 Muharram Bulan Muharram Amalan Muharram

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777