Selasa, 23/06/2026 04:28 WIB

Menilik Keutamaan Puasa Tasu`a, Penyempurna Ibadah di Bulan Muharram





Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Islam yang menyimpan berbagai momentum spiritual

Ilustrasi berdoa (Foto: Unsplash/Ahmet Polat)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Islam yang menyimpan berbagai momentum spiritual.

Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah berpuasa, khususnya Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Namun, dalam melaksanakannya, umat Islam juga sangat disunnahkan untuk mengiringinya dengan Puasa Tasu’a, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

Secara teologis dan historis, Puasa Tasu’a bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki kedudukan dan keutamaan tersendiri yang sangat besar.

Berikut adalah beberapa keutamaan utama dari Puasa Tasu’a bagi umat Muslim:

1. Menjadi Pembeda dari Tradisi Kaum Yahudi (Mukhalafatul Yahud)

Keutamaan paling mendasar dari Puasa Tasu’a adalah fungsi teologisnya sebagai pembeda (mukhalafah) antara ibadah umat Islam dengan ritual kaum Yahudi.

Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk syukur atas selamatnya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Nabi SAW kemudian memerintahkan umat Islam untuk berpuasa karena Muslim lebih berhak menghormati Nabi Musa AS. Namun, agar ibadah umat Islam tidak persis sama dengan kaum Yahudi, Nabi SAW merencanakan untuk menambah puasa pada hari kesembilan (Tasu’a).

2. Penyempurna dan Penjaga Keabsahan Puasa Asyura

Melaksanakan Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram berfungsi sebagai langkah preventif (kehati-hatian) untuk menyempurnakan Puasa Asyura.

Dalam metode penentuan kalender hijriah yang berbasis pengamatan bulan (rukyatul hilal), terkadang ada potensi perbedaan atau kekeliruan dalam menetapkan awal bulan (1 Muharram).

Dengan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara berurutan, seorang Muslim dapat memastikan bahwa ia tidak akan terlewat untuk mendapatkan keutamaan Puasa Asyura yang sebenarnya.

Cara Melaksanakan Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a dilaksanakan dengan ketentuan yang sama seperti puasa sunnah pada umumnya, dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut adalah niat Puasa Tasu’a yang dapat dilafalkan pada malam hari atau sebelum masuk waktu imsak:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû‘â’a sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala."

KEYWORD :

Puasa Tasua Bulan Muharram Amalan Sunnah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :