https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perjanjian AS-Iran Potensi Pukulan Telak bagi Netanyahu

Mutiul Alim | Rabu, 24/06/2026 22:47 WIB



Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut-sebut bakal menjadi `korban` dari perjanjian Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di Knesset pada hari Trump berpidato, di Yerusalem, 13 Oktober 2025. REUTERS

Tel Aviv, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut-sebut bakal menjadi `korban` dari perjanjian Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasalnya, orang nomor satu Tel Aviv selama ini dicitrakan sebagai sosok yang mampu menyetir AS dalam kaitannya dengan konflik melawan Teheran.

Dikutip dari Reuters pada Rabu (24/6), Netanyahu membangun identitas politiknya di atas pernyataan bahwa dia dapat menjaga AS dan Israel tetap berada dalam satu langkah strategis yang sama mengenai Iran.

Dengan memelihara dukungan dari Partai Republik, dia menampilkan dirinya sebagai satu-satunya pemimpin Israel yang mampu memengaruhi presiden-presiden AS berturut-turut, dan bersikeras bahwa hanya tekanan militer berkelanjutan yang dapat menahan Teheran.

Baca juga :
Perdamaian dengan AS Buntu, Menlu Iran Telepon Petinggi Hamas

Namun, sejumlah analis menilai pakta sementara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada Februari menunjukkan narasi tersebut kini telah berbalik.

Alih-alih membentuk kebijakan Iran melalui tangan Washington, Netanyahu sekarang terpaksa menerimanya, seiring Presiden AS Donald Trump mengejar penyelesaian yang semakin memperlakukan keberatan Israel sebagai batasan.

Baca juga :
Serangan Israel Batalkan Perundingan Damai AS-Iran di Swiss

Di dalam negeri, perhitungannya sama kerasnya. Netanyahu semakin terpojok di antara seorang presiden AS yang berniat mengakhiri konflik dan basis domestik yang resisten terhadap konsesi, khususnya di Lebanon.

Penarikan pasukan berisiko memicu reaksi politik, sementara eskalasi berisiko memicu konfrontasi dengan Washington. Perang yang diharapkan Netanyahu dapat memperkuat warisannya sebagai pemimpin yang menghadapi Iran justru mungkin akan diingat sebagai konflik yang membongkar sumber utama kekuasaannya.

Baca juga :
Panel Surya Laris Manis imbas Perang, China Menang Banyak

"Kesepakatan AS-Iran adalah pukulan telak bagi Netanyahu. Tidak hanya kalah dalam perang dengan Iran, dia juga kehilangan Trump sebagai seorang teman. Dia sekarang terisolasi tidak hanya di tingkat internasional, tetapi juga terkunci dalam perselisihan besar dengan Trump," ujar mantan penasihat Netanyahu, Aviv Bushinsky.

Perselisihan antara para pemimpin AS dan Israel, dikatakan meluas melampaui ikatan pribadi hingga ke perbedaan tujuan yang semakin meningkat, usai Trump berupaya melepaskan diri dari perang Timur Tengah lainnya, sementara Netanyahu memandang tekanan berkelanjutan terhadap Iran dan sekutunya, Hizbullah, sebagai hal penting bagi keamanan Israel.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Benjamin Netanyahu Politik Israel

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777