https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

5 Amalan Sunnah Sebelum Salat Subuh yang Kerap Terlewatkan

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 25/06/2026 04:01 WIB



Waktu menjelang subuh adalah periode keheningan yang paling sakral, di mana langit seolah mendekat dan doa-doa mengalir tanpa sekat. Ilustrasi menunaikan amalan sunnah sebelum subuh (Foto: Unsplash/Ahmet Polat)

Jakarta, Jurnas.com - Fajar yang menyingsing bukan sekadar penanda bergantinya hari, melainkan ruang spiritual maha luas yang menyimpan miliaran keberkahan.

Dalam tradisi Islam, waktu menjelang subuh adalah periode keheningan yang paling sakral, di mana langit seolah mendekat dan doa-doa mengalir tanpa sekat.

Bagi sebagian besar umat Muslim, terjaga di waktu subuh mungkin jamak diasosiasikan langsung dengan kewajiban salat fardhu dua rakaat.

Baca juga :
Menilik Keutamaan Puasa Tasu`a, Penyempurna Ibadah di Bulan Muharram

Namun, jika kita menengok lembaran khazanah fiqih dan kebiasaan hidup Nabi Muhammad SAW, terdapat rangkaian amalan sunnah spesifik yang memiliki bobot spiritual luar biasa sebelum muazin mengumandangkan iqamah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima amalan sunnah sebelum salat subuh yang memiliki fadhilah atau keutamaan sangat besar:

Baca juga :
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura Beserta Artinya

1. Salat Sunnah Fajar (Dua Rakaat Sebelum Subuh)

Ini adalah mahkota dari segala amalan di waktu fajar. Salat sunnah qabliyah subuh, atau yang sering disebut salat sunnah fajar, memiliki kedudukan yang sangat istimewa bahkan melampaui nilai materi duniawi. Nabi SAW menegaskan bahwa dua rakaat ringan ini nilainya lebih baik daripada dunia dan segala isinya.

Baca juga :
Doa saat Mengalami Kesulitan Ekonomi, Yuk Amalkan

Secara teknis medis dan psikologis, melakukan transisi spiritual melalui salat tenang sebelum memasuki salat wajib terbukti mampu meningkatkan fokus dan menurunkan tingkat stres di pagi hari.

Untuk menjaga kesunahannya, Nabi SAW membiasakan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua secara ringkas namun khusyuk.

2. Membaca Istighfar di Waktu Sahar

Waktu sahar yaitu sekitar 15 hingga 30 menit sebelum azan subuh berkumandang adalah waktu terbaik yang diabadikan Al-Qur`an untuk memohon ampunan.

Alih-alih langsung tergesa-gesa bersiap ke masjid, duduk tenang sembari membasahi lidah dengan kalimat istighfar adalah salah satu kebiasaan utama para sahabat nabi.

Sains spiritual menjelaskan bahwa melafalkan permohonan ampun di tengah keheningan mutlak fajar mampu memberikan efek katarsis atau pembersihan emosi yang mendalam. Efek ketenangan ini menjadi fondasi psikologis yang kokoh bagi seseorang sebelum menghadapi dinamika dan tekanan pekerjaan di siang hari.

3. Berbaring Sejenak ke Sisi Kanan Pasca-Salat Sunnah

Salah satu amalan yang tampak sederhana namun sarat akan rahasia kebugaran adalah berbaring sejenak ke sisi sebelah kanan setelah menunaikan salat sunnah fajar dan sebelum salat subuh berjamaah dimulai. Kebiasaan ini secara konsisten dilakukan oleh Nabi SAW di kamarnya.

Dari sudut pandang anatomi tubuh manusia, posisi berbaring miring ke kanan membantu menjaga posisi jantung agar tidak tertindih oleh organ lain, seperti lambung dan hati.

Secara ritmis, jeda fisik ini mengendurkan ketegangan otot setelah berdiri shalat malam sekaligus menjaga kesiapan mental agar tidak mengantuk saat salat wajib berlangsung.

4. Menjaga Kebersihan Mulut dengan Siwak atau Bersiwak

Kebersihan adalah napas utama dari setiap ritual ibadah fajar. Sebelum menghadap Sang Pencipta dalam kekhusyukan subuh, membersihkan mulut menggunakan siwak atau sikat gigi merupakan amalan yang sangat ditekankan.

Secara biologis, saat manusia tertidur, aktivitas bakteri di dalam rongga mulut meningkat dan memicu bau tidak sedap saat terbangun.

Menyucikan mulut di waktu fajar tidak hanya mendatangkan rida Allah, tetapi juga memberikan rasa percaya diri dan kenyamanan emosional yang tinggi saat berinteraksi dalam saf salat berjamaah di masjid.

5. Membaca Doa Khusus Antara Azan dan Iqamah

Waktu di antara kumandang azan dan iqamah subuh adalah salah satu momentum emas di mana doa tidak akan pernah tertolak. Menghabiskan waktu tunggu yang singkat ini dengan menengadahkan tangan dan merapal doa kebaikan hidup adalah amalan cerdas yang kerap diabaikan karena kesibukan duniawi.

Alih-alih bermain gawai atau mengobrol di teras masjid, memanfaatkan momentum ini untuk mendoakan keselamatan keluarga, kelancaran rezeki, dan keteguhan iman akan memberikan energi optimisme yang luar biasa untuk memulai hari.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ibadah Sunnah Sebelum Subuh Amalan Sunnah

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777