https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menlu Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Tinggal Selangkah Lagi

Vaza Diva | Sabtu, 13/06/2026 04:04 WIB



Iran menyatakan proses negosiasi dengan Amerika Serikat telah memasuki tahap paling dekat menuju kesepakatan sejak pembicaraan dimulai. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan proses negosiasi dengan Amerika Serikat telah memasuki tahap paling dekat menuju kesepakatan sejak pembicaraan dimulai.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah berbagai spekulasi mengenai isi dokumen yang sedang dirundingkan kedua negara.

Melalui akun media sosial X, Araghchi mengatakan bahwa Nota Kesepahaman Islamabad kini hampir mencapai titik final.

Baca juga :
Bantah Klaim Donald Trump, Teheran Sebut Kesepakatan Perang Belum Final

"Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati," tulis Araghchi dikutip pada Jumat (12/6).

Meski demikian, ia meminta publik dan media untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan selama proses pembahasan masih berlangsung.

Baca juga :
Analis Peringatkan Risiko jika AS Ngotot Rebut Pulau Kharg Iran

"Sesuai pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya," lanjutnya.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah berbagai laporan yang beredar di media Iran mengenai isi kesepakatan tersebut. Menurut Trump, informasi yang bocor ke publik tidak mencerminkan substansi dokumen yang sebenarnya sedang dirundingkan.

Baca juga :
7 Perbedaan Dolar AS dengan Mata Uang Dunia Lainnya

"Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Presiden AS J.D. Vance. Ia membantah kabar yang menyebut bahwa Amerika Serikat akan mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan.

"Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran," kata Vance.

Ia menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tidak secara otomatis membuat dana Iran dibebaskan.

"Pertama, pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan," ujarnya.

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan isi draf nota kesepahaman yang diklaim menjadi dasar penyelesaian konflik antara Teheran dan Washington.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Iran mengajukan sejumlah syarat sebelum bersedia melanjutkan pembahasan mengenai program nuklirnya.

Beberapa syarat yang disebutkan antara lain pembebasan sebagian dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS, penghentian sanksi terhadap sektor minyak, serta pencabutan blokade laut.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait rincian dokumen yang beredar tersebut.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa hubungan Iran dan Amerika Serikat memasuki fase penting setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan terkait program nuklir, sanksi ekonomi, dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Apabila kesepakatan berhasil dicapai, langkah tersebut berpotensi membuka jalan bagi meredanya konflik serta membangun kembali hubungan diplomatik yang selama ini berjalan penuh dinamika.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menlu Iran Abbas Araghchi Amerika Serikat Konflik Timur Tengah Donald Trump

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777