Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Humas MPR)
Samarinda, Jurnas.com - SMAN 2 Samarinda sukses mengukir prestasi dengan meraih Juara Pertama pada ajang Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Halaman SMAN 5 Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026).
Kemenangan tersebut berhasil membawa tim SMAN 2 Samarinda untuk mewakili Provinsi Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Plt. Sekretasi Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak sekolah yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan.
Siti Fauziah menilai antusiasme para peserta menjadi bukti semangat generasi muda dalam mengikuti kegiatan yang menumbuhkan kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kebangsaan.
“Adik-adik dengan semangat yang besar, yang tinggi untuk mengikuti acara ini. Semoga acara ini berkesan dan bermanfaat untuk adik-adik semua,” ujarnya.
Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral MPR RI ini, sekolah yang terpilih untuk melaju ke tingkat nasional tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mewakili Kalimantan Timur.
“Satu sekolah yang akan ke Jakarta adalah mewakili Kalimantan Timur. Jadi bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi mewakili Kalimantan Timur. Semoga di ajang nasional nanti yang Insya Allah dilaksanakan pada bulan Agustus, adik-adik bisa berprestasi dan membanggakan Kalimantan Timur,” katanya.
Lebih lanjut, Ibu Titi, sapaan akrab Siti Fauziah, mengingatkan seluruh peserta agar tetap bangga atas pencapaian yang telah diraih, terlepas dari hasil akhir perlombaan. Menurutnya, seluruh peserta yang berhasil mengikuti kompetisi hingga tahap tersebut merupakan siswa-siswi terbaik dari sekolah masing-masing.
“Yang sudah ada di halaman ini adalah adik-adik yang terbaik. Jadi jangan kecewa kalau nanti tidak dapat piala. Yang sudah ada di sini adalah adik-adik pilihan dan yang terbaik,” tuturnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan ketat, sebanyak 10 sekolah tingkat SMA/SMK sederajat saling menampilkan kemampuan formasi terbaiknya dalam baris-berbaris dan pengibaran bendera merah putih.
Adapun sepuluh sekolah yang bertanding, yaitu SMKN 17 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMKN 15 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK TI Labbaika Samarinda, SMAN 2 Samarinda, dan SMAN 1 Tenggarong.
Pada hasil akhir, score tertinggi berhasil diraih oleh SMAN 2 Samarinda dengan perolehan 6.505 poin dan menempati posisi pertama. Sementara diposisi kedua dengan perolehan score 6.060, berhasil diraih oleh SMAN 5 Samarinda. Dan, pada posisi ketiga berhasil ditempati oleh SMK TI Labbaika Samarinda dengan perolehan score 5.960.
Sementara itu, tim dari SMAN 2 Samarinda yang berhasil meraih juara dan akan mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional mengaku telah melalui berbagai tantangan selama masa persiapan.
Pelatih tim, Thesa Muhammad Rechto, mengatakan keterbatasan waktu latihan menjadi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan jadwal ujian sekolah para peserta.
“Kami sebenarnya tidak bisa latihan setiap hari. Kalau ada waktu latihan, kami memaksimalkannya semaksimal mungkin. Tantangan terbesar minggu ini adalah karena ada ujian, sehingga peserta harus membagi fokus antara belajar dan latihan,” ujarnya.
Menghadapi kompetisi tingkat nasional di Jakarta, Thesa menegaskan tim akan meningkatkan intensitas latihan agar dapat memberikan hasil terbaik.
“Persiapan ke nasional pastinya latihan akan lebih ketat lagi. Harapannya bisa membanggakan Kalimantan Timur, membanggakan sekolah, dan semoga SMAN 2 Samarinda bisa tampil lebih baik lagi dari yang sudah ditampilkan hari ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Regu SMAN 2 Samarinda, Khevin Dwi Sandika. Ia mengungkapkan bahwa perjuangan tim tidak mudah karena harus membagi waktu antara latihan, ujian sekolah, dan aktivitas lainnya.
“Persiapannya sangat berat, apalagi di saat ulangan dan ujian sekolah. Kami cukup kesulitan membagi waktu belajar dengan waktu latihan. Syukur kami bisa sampai di titik ini dan memenangkan juara pertama untuk mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ungkapnya.
Selain faktor akademik, ia menyebut dukungan orang tua, kondisi fisik, dan mental juga menjadi tantangan yang harus dihadapi selama proses latihan.
“Tantangannya selain membagi waktu, ada juga beberapa kendala terkait izin dari orang tua, kemudian faktor fisik dan mental yang harus dijaga karena latihan yang cukup keras,” katanya.
Khevin juga membagikan pengalaman berkesan menjelang perlombaan. Menurutnya, sehari sebelum lomba seluruh anggota tim tetap menjalani latihan malam meski dalam kondisi lelah setelah menjalani berbagai persiapan.
“H-1 sebelum lomba kami latihan malam di sekolah. Saat itu kondisinya sudah sangat lelah, tetapi kami tetap menyempatkan latihan. Sebelum pulang kami membuat lingkaran, berdoa bersama, dan saling mencurahkan semangat. Momen itu yang paling berkesan bagi kami,” ujarnya.
Untuk menghadapi kompetisi nasional, ia bersama timnya berencana melakukan sejumlah penyempurnaan, termasuk pada aspek formasi dan ketepatan gerakan baris-berbaris.
“Kami akan mempersiapkan ketepatan baris-berbaris dan kemungkinan ada perubahan pada beberapa formasi. Harapannya SMAN 2 Samarinda bisa semakin maju, kualitasnya terus meningkat, dan mudah-mudahan bisa meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” pungkasnya.
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB